Pemerintah Desa Tegalsumedang Bangun Fasilitas Penunjang Kesejahteraan Masyarakat

0
50

SOREANG, SMI.-

Pemerintah Desa Tegalsumedang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung merealisasikan sepenuhnya Dana Desa untuk kepentingan  masyarakat.

Salah satu yang menjadi prioritas, adalah pembangunan Pojok Edukasi (Pokasi) untuk menanggulangi keberadaan tempat pembuangan Tempat Sampah (TPS) liar. Selain itu, untuk menunjang aktivitas masyarakat, pemerintah desa juga membangun beberapa fasilitas umum di beberapa titik.

Ketika dikonfirmasi di kantor Desa Tegalsemedang, Kamis (25/10). Kepala Desa Tegalsumedang Jajang Marfu Nur’Aidin melalui Kepala Urusan (kaur) Perencanaan Awan Setiawan mengatakan untuk alokasi tahun anggaran 2018 ini telah dijalankan dan direalisasikan untuk pembangunan fasilitas umum di sejumlah titik di desanya.

“Realisasi dari DD tahap satu pemerintah Desa Tegalsumedang telah dibangun pojok edukasi di RW. 06 dan lubang biopori, salah satu upaya menanggulangi pembuangan sampah liar yang kian hari terus menghawatirkan.” Katanya.

Lebih lanjut Awan Setiawan memaparkan pembangunan dari realisasi Dana Desa (DD) tahap dua dipergunakan untuk Penggerukan anak sungai Cikeruh dan pembangunan Kirmir sepanjang 320 meter dengan ketinggian 280 cm di Kp. Ciluncat.

“Untuk DD tahap dua sudah dilaksanakan pengerukan untuk mempelancar saluran air, buat irigasi pertanian dari Sungai Muara Lembang Sasak dari anak sungai Cikeruh, dan kirmir dengan panjang 320 meter dengan ketinggian 280 cm di Kp. Ciluncat RT/RW. 01/06.” Jelasnya.

Kedepanya angaran Dana Desa tahap tiga yang akan datang, Pemerintah Desa melalui musyawarah desa akan melaksanakan pembangunan rabat beton jalan desa di Kp. Mayor Selamet.

“Rencana anggaran yang akan datang pemerintah Desa Tegalsumedang membangun rabat beton di jalan desa Mayor selamet yang arah kesapan perbatasan dengan Desa Sukamanah“ Jelasnya.

pembangunan yang dikerjakan oleh Pemerintahan Desa Tegalsumedang tersebut, lanjut Awan, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat agar mudah melakukan aktivitas kesehariannya sebagai petani, karena mayoritas masyarakat desa setempat berpenghasilan dari hasil pertanian.

“Dengan dialokasikannya fasilitas umum seperti jalan dan dan lainnya, ini kegunaannya untuk mendorong penghasilan petani agar lebih mudah melakukan aktivitas mereka,” Pungkasnya.

** Yayat Hidayat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here