Pembinaan Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan PKG PAUD Cibatu

0
48

Garut, SMI.-

Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kecamatan Cibatu Garut, menyelenggarakan Pembinaan Peningkatan kapasitas tenaga pendidik di Aula Koperasi Marga Mulia. Pembinaan yang dilaksanakan selama dua hari, kamis sampai dengan juma’t 20-21 Desember 2018 ini bertujuan untuk menambah wawasan, memperluas keilmuan dan memupuk keprofesionalan, sekaligus sebagai ajang silaturahmi pendidik dan tenaga kependidikan.

Ketua Kegiatan Pembinaan Hj. Ecin Kuraesin, S.Pd., mengatakan kegiatan ini diikuti 163 peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan Kelompok Bermain (Kober), dan Taman Kanak-Kanak (TK), dan kegiatan dibuka oleh Kabid Paud Dikmas Dinas pendidikan Kabupaten Garut, Solih S. Ag, MM.

“Kegiatan ini bersifat umum untuk meningkatkan mutu dan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan di Gugus Kecamatan Cibatu,  tambah wawasan, semakin luas ilmunya, professional makin terpupuk, yang intinya kita saling bersilaturahim,” imbuhnya.

Encin menambahkan bahwa payung hukum implementasi pendidikan anak usia dini mengacu pada Permendikbud No. 146 Tahun 2014. Dalam aturan tersebut sudah jelas dan tegas bahwa proses kegiatan belajar mengajar anak usia dini itu harus sehat, cerdas, dan ceria.

Ditempat yang sama, Kabid Paud Dikmas Dinas pendidikan Kabupaten Garut, Solih S. Ag, MM. berharap dari kegiatan ini, kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan semakin meningkat, dan memahami tehnik yang sudah digariskan  Permendikbud No. 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD Pendidikan Anak Usia Dini.

“Ada enam aspek perkembangan anak usia dini yaitu, nilai agama dan moral, fisik-motorik kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, “katanya.

Solih menambahkan, pendidikan pada usia dini tidak boleh mengajarkan baca tulis berhitung (calistung) karena tidak sesuai dengan usia perkembangan tingkat kematangan anak. Jelas itu menyalahi aturan, tapi harus mengemasnya dengan metoda yang lain, sehingga anak tidak merasa sedang belajar calistung.

“Nggak apa-apa, selama tidak mengganggu koridor sebagai usia perkembangan anak,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya impelentasi Permendikbud No. 146 Tahun 2014 pasti tiap lembaga berbeda-beda tergantung kapasitas sekolah masing-masing.

“Jadi kalau satu lembaga ada sedikit perbedaan, kita kan dari Dinas Dirjen Paudni itu tidak harus ini, harus ini, tidak. Silahkan itu untuk pengelolaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terserah sekolah masing-masing dengan mengacu rambu-rambu yang sudah digariskan,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ketua koorwil Kecamatan Cibatu, H. Entib Satibi, S.Pd., M.Pd, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling memicu pendidik, bertujuan untuk mendorong perkembangan peserta didik secara optimal, sehingga memberi dasar sebagai pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif.

“Pendidikan melalui belajar bermain adalah kegiatan belajar anak yang dilakukan melalui suasana dan aneka kegiatan bermain,” ujarnya. **Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here