Pelatihan Matastuba di Juwiring Klaten, Semua Peserta Merasa Puas

0
111
Pelatihan Matastuba yang dipandu oleh Gus Pur dari Bekasi di Aula Kantor KUA Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten ,gelombang 1, 1 – 2 Desember 2018, Photo : M. Taufik

Semarang, SMI.-

Tingginya minat masyarakat dalam pengobatan non medis atau pengobatan alternatif, khususnya masyarakarat tingkat ekonomian menengah ke bawah. Mereka lebih memilih pengobatan alternative  karena selain biaya terjangkau, hasilnya pun cukup memuaskan.

Untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan pengobatan non medis, Pak Dhe Tamzis seorang terapis sekaligus pemilik Griya Sehat Terapi Sinergi Dusun Bagor Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten menginisiasi penyelenggaraaan Pelatihan Manipulasi Terapi Syaraf dan Tulang Belakang (Matastuba).

Pada pelatihan Matastuba gelombang 1 diikuti 50 peserta, dan dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu, 1-2 Desember 2018, di aula KUA Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Pelatihan ini mendatangkan pemateri Purwanto atau lebih di kenal dengan sebutan Gus Pur dari Bekasi beserta tim relawannya yang setia membantu yaitu Sugiyanto, Edi serta Firdaus.

Gus Pur menjelaskan tujuan diadakan pelatihan Matastuba ini untuk dakwah, mengajarkan terapi mandiri, untuk menolong orang lain, mewujudkan fitroh manusia dalam hal kesehatan serta juga sebagai sumber penghasilan.

Menurut Gus Pur, terjadinya seseorang sakit dikarenakan tubuh hilang keseimbangan, dan salah satu penyebab penyakit adalah permasalahan tulang belakang, beberapa faktor kemudian penyebab dislokasi tulang belakang diantaranya mengangkat beban yang salah, menaruh dompet disaku belakang, dan posisi duduk yang salah.

Yang tidak boleh dalam Matastuba, yaitu apabila seseorang terindikasi pengeroposan tulang, bekas operasi tulang belakang, terpasang pen, sedang menderita patah tulang serta orang yang lanjut usia, kecuali hanya dengan gerakan mandiri,

“Kami bersama tim relawan berpesan pada semua peserta pelatihan dasar dan lanjutan Matastuba, sepulangnyanya dari pelatihan nantinya dapat dipraktekkan untuk terapi mandiri maupun untuk pasien yang membutuhkan pertolongan. Jangan berfikir komersil terlebih dahulu, yang pertama niatkan untuk ibadah, sosial kepada orang lain ,” pungkasnya.

Sementara itu Pak Dhe Tamzis selaku penyelenggara kegiatan, menjelaskan bahwa Griya Sehat terapi Sinergi, sudah beberapa kali mengadakan pelatihan, dengan materi yang berbeda-beda dan berkelanjutan, diantaranya Bekam, Pijat Getar Perut (PGP), Totok punggung, Pijat Syaraf, Totok Telur dan yang sekarang Matastuba.

“Nanti dilanjutkan lagi untuk yang gelombang ke-2 pada 15-16 Desember 2018 di tempat yang sama. Apabila ada peserta yang mau menginap  saya sediakan tempat serta akomodasi selama di penginapan,” ungkapnya,

Usai pelatihan Matastuba, kelompok peserta dari Semarang yang diwakili oleh Pujo Jatmiko yang lebih akrab dengan panggilan Jhon Genthong mengatakan, “Kami bersama rekan rekan  merasa puas dengan pelatihan ini, dan sangat berguna sekali ilmu ini untuk menambah wawasan, serta sebagai tambahan keilmuan bagi saya beserta rekan rekan yang lain, untuk saya praktekkan pada pasien nantinya. Karena semua peserta pelatihan Matastuba ini adalah kebanyakan, para terapis di daerahnya masing-masing, ada yang datang dari,Salatiga, Kendal, Magetan, Jogyakarta, Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Semarang, Solo, Magelang, dan Sleman”. **  M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here