Pelaku UMKM di Jateng Capai 13,7 Persen

0
8
Dari kiri: Pimwil Jamkrindo kanwil 5 Jateng Wahyu Hidayatullah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Bima kartika,SH.MH, Dekan FEB Undip Dr Suharnomo dan Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Makruf serta Moderator Prasetyobudi. Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.-

Sektor usaha ekonomi kecil dan mikro terbukti telah mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Untuk itu harus senantiasa dijaga dan dipelihara saat krisis ekonomi global melanda. Sektor kecil dan mikro di Indonesia masih berdiri tegak, menunjukkan eksistensinya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk senantiasa mengembangkan usaha kecil dan mikro. Apalagi disaat ini Jawa Tengah sudah mendapatkan berkah bonus demografi dimana penduduk usaia produktif menjadi dominan.

Antusiasme anak muda saat ini untuk berwirausaha harus dikelola agar berkah ini tidak berubah jadi malapetaka. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan dukungan penuh terhadap usaha kecil mikro, sebagian masih membutuhkan pendampingan seperti pelatihan dan promosi. Hal ini dibuktikan dorongan dan motivasi yang lebih dari pemerintah pusat sampai daerah dan pihak terkait.

Pemprov juga meminta pemerintah kabupaten kota untuk berani tampil memasarkan produk usaha kecil unggulannya pada setiap kesempatan. Tujuannya agar UMKM maju hingga mampu menembus pasar Internasional. Selain itu, akses permodalan menjadi faktor penting usaha kecil mikro agar bisa bertahan dan berkembang, untuk itu perlu campur tangan pemerintah melalui lembaga penjamin kredit agar mereka bisa mengakses kredit usaha rakyat.

Anggota komisi B DPRD Jateng, Achsin Makruf mengatakan jumlah pengusaha Indonesia masih dibawah rata – rata Negara di Asia, jumlah pengusaha Indonesia baru 3 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Kita masih kalah dengan Negara Thailand udah mencapai 4 persen, Malaysia 5 persen, Singapura mencapai 7 persen bahkan untuk Negara Negara maju sudah mencapai angka 12 persen seperti China, Amerika Serikat” Ungkapnya saat menjadi salah satu nara sumber Dialog bersama Parlemen Jawa Tengah dalam prime topic, dengan tema Tumbuh kembangkan Usaha Mikro Kecil yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Gedung C, lantai 4 FEB  Undip Tembalang Semarang, Senin, (11/3/2019).

Menurutnya kesejahteraan masyarakat bisa dilihat dari sektor usaha, sektor jumlah pengusahanya. Manakala jumlah pengusaha tinggi, maka bisa dipastikan bahwa kesejahteraan masyarakat pada tingkat sejahtera, ini dilihat dari perbandingan rasio dengan jumlah penduduk Negara Negara yang secara ekonomi maju,

Sementara itu Dekan FEB Undip Dr. Suharnomo mengungkapkan, di kampus FEB Undip ada Klinik Bisnis, starup profile book. Banyak juga yang mengarah pada star up digital basic diantaranya tangan bionic, box office, sirobo semua berbicara untuk ekonomi ke depan basic kreatifitas education termasuk di bidang UMKM.

“Selama ini sebagian orang turun temurun melakukan sesuatu menjadi besar didasarkan dari yang dia bisa. Apa yang kita buat di klinik bisnis di FEB Undip ini adalah bagian dari down streaming dari produk produk riset pengembangan UMKM pun harus didasarkan pada riset,” tuturnya.

Para narasumber menerima cinderamata dari Dekan FEB Undip Dr, Suharnomo, Foto Taufik

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinkop dan UMKM Jateng, Bima kartika SH.MH mengungkapkan, Pemprov Jateng melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM yang jumlahnya mencapai  137 ribu, supaya perekonomian masyarakat meningkat, diharapkan kedepannya pelaku UMKM terus meningkat kualitasnya melalui program UMKM naik kelas.

Menurut Bima Kartika, dalam pembinaan UMKM dilakukan mulai dari pembuatan produk Legalitas hingga pemasaran. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas UMKM di Jateng khususnya di tahun 2019 ini disiapkan anggaran sebesar Rp.69 miliar, ini lebih besar dibandingkan pada anggaran tahun 2018 lalu sebesar Rp. 59 miliar jadi ada tambahan Rp.10 miliar.

Selain itu, pihaknya saat ini mengaku bekerja sama dengan bandara Ahmad Yani Semarang dengan membuka gallery UMKM yang memasarkan 760  produk UMKM dari Jateng.  Pemprov Jateng melalui Dinas Koperasi dan UMKM  meningkatkan anggarannya setiap tahunnya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas UMKM. Pelaku UMKM di jateng mencapai angka 13,7 persen atau sekitar 4,8 juta dari jumlah pedduduknya 35 juta.

**M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here