Pasien Terkonfirmasi Positif Tanpa Gejala Di Tolak Kedatangannya Oleh Warga Saat Hendak Dipulangkan Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar

0
8

Banjar, SMInews.com  Warga Dusun Randegan 2 Desa Raharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar geruduk kantor desa. Pasalnya, warga menolak keras atas kedatangan pasien terkonfirmasi positif yang akan dipulangkan RSUD kota Banjar.

Warga terkonfirmasi positif yang baru pulang dari Jakarta tersebut sempat menjalani isolasi di RSUD kota Banjar selama 4 hari bersama istri dan anaknya. Hasil swab istri dan anaknya diketahui negative, sementara pasien berinisial S (40) menjadi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala. Berdasarkan aturan yang baru, maka pasien tanpa gejala tidak perlu menjalani swab tes lanjutan.

Atas adanya aturan tersebut, maka pihak RSUD kota Banjar rencananya akan mengembalikan pasien untuk melanjutkan proses isolasi mandiri di rumah. Sayangnya, begitu S dan anak istrinya akan pulang ke rumahnya, warga terlebih dahulu menolak kedatangan mereka dan meminta kepala desa untuk memenuhi keinginan warga yang beralasan penolakan tersebut demi mencegah penyebaran virus covid-19 yang dibawa pasien.

Mamat warga setempat mengatakan, “Kami belum bisa menerima kedatangan mereka selama mereka belum memberikan surat keterangan negatif dari covid-19 secara resmi. Langkah ini kami lakukan demi mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19 yang selama ini diwaspadai oleh warga”.

“Selama ini juga kami tidak tahu adanya aturan baru, jadi berdasarkan antisipasi warga saja bahwa pasien terkonfirmasi positif tersebut riskan menyebarkan virus ke wilayah kami” tambahnya.

Kepala Desa Raharja Yayat Ruhiyat didampingi Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan kota Banjar dr Agus Budiana dan Kepala Bidang pelayanan kesehatan masyarakat Budi Hendrawan, memberikan edukasi kepada warga terhadap aturan baru tersebut.

Yayat mengatakan, “Kami paham dengan apa yang dirasakan warga, karena sejauh ini kami di desa mencoba sekuat mungkin untuk mematuhi protokol kesehatan demi mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut. Terimakasih kepada Dinas Kesehatan atas upayanya memberi kami edukasi dan solusi atas permasalahan warga kami”.

dr Agus menjelaskan, “Ssosialisasi sudah dilakukan melalui puskesmas setempat, tapi untuk kasus penolakan ini sudah kami koordinasikan dengan pihak RSUD kota Banjar, jadi pasien S akan melanjutkan isolasi mandiri d RSUD, sementara istri dan anaknya besok sudah dikeluarkan surat keterangan negatif covid-19 nya dan bisa dilanjutkan isolasi mandiri di rumah”.

Pewarta : Rie/Neng

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here