Panglima TNI : Perkembangan Dunia Telah Menciptakan Dimensi dan Metode Peperangan Baru

0
9
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen. TNI. Muhammad Effendi, periksa barisan Foto: M. Taufik

Ambarawa, SMI.- Puncak perayaan HUT ke- 74 TNI dan HUT ke-69 Kodam IV/ Diponegoro berlangsung di Lapangan Pangsar Jendral Soedirman Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (5/10/2019).

Hadir pula pada puncak acara tersebut Kapolda Irjen. Pol. Rycko Amelza Dahniel, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, para pejabat jajaran TNI Jateng dan DIY serta pejabat pemerintahan dan juga disaksikan ribuan masyarakat Ungaran, Salatiga dan Ambarawa (USA).

Acara diawali dengan demonstrasi aeromodeling dari TNI Angkatan Udara dilanjutkan upacara parade dan defile pasukan. Bertindak selaku Inspektur Upacara Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen. TNI Muhammad Effendi,SE.MM.

Amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Marsekal Hadi Tjahyanto yang dibacakan Mayjen.TNI. Muhammad Effendi , sebagai alat Negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin komplek.

“Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Dengan kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak distruktif di berbagai bidang. Hak inilah yang telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas territorial dan masuk keberbagai dimensi,” ujar Panglima TNI.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen. TNI. Muhammad Effendi

Dicontohkan, perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perlu diketahui, konsep -konsep ini pun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang – perang tersebut terjadi dimasa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.

Panglima TNI memerintahkan kepada para prajurit untuk menghadapi kompleksitas ancaman tersebut diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan Negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI.

Marsekal Hadi Tjahyanto mengajak kepada prajurit untuk meningkatkan solidaritas TNI dan memegang teguh nilai nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hal ini dimaksudkan agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang ber Bhinneka Tunggal Ika.

Disisi lain diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas kian komplek.

Usai upacara, tamu undangan dan masyarakat disuguhi atraksi flupass dan demonstrasi PBB yang di kolaborasikan dengan tari perjuangan yang membuat takjub dan memberikan applause yang luar biasa.

Usai acara tersebut dilanjutkan dengan syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan panggung hiburan.

 

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here