OIA Unissula Semarang Jalin Kerja Sama Dengan Yayasan Midat Thailand

0
14
Mahasiswa FBIK Unissula Semarang Goes Around The Word bersama Dekan FBIK Dr. Hartono saat di tiba di Thailand. Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.- Office of International Affairs (OIA) merupakan badan kerjasama Internasional Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang berinisiasi untuk menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan luar negeri Thailand, salah satunya Yayasan Midat di Thailand. Kerjasama sudah di laksanakan dari tahun 2018.

Ketua Program Studi Bahasa Inggris, Huyi Intansari ,S.Pd.M.Pd, menuturkan bahwa untuk tahun 2019, OIA Unissula kembali bekerja sama dengan yayasan Midat Thailand dengan mengirimkan mahasiswa jurusan bahasa inggris semester VI. Mereka di Thailand sekitar satu bulan untuk mengajar di sekolah – sekolah islam yang ada dibawah bimbingan lembaga Midat.

“Lembaga midat itu merupakan lembaga pendidikan islam di Thailand, apa yang mahasiswa lakukan disana adalah, mereka melakukan pembelajaran dalam bahasa inggris, subjek materinya juga bahasa inggris dan disebar di sekolah sekolah di Thailand, tidak hanya satu daerah saja tetapi meliputi beberapa daerah,” tuturnya saat memberikan penjelasan kepada suara metro terkait OIA Unissula Semarang  jalin kerja sama dengan Yayasan Midat Thailand di Gedung FBIK lantai 4 Kampus Unissula Semarang, Rabu, (22/5/2019).

Menurutnya kendala yang dialami mahasiswanya di Thailand adalah masalah bahasa, karena disana yang diajarkan bahasa inggris. Karena Mahasiswa tidak bisa berbahasa Thailand, demikian juga siswa disan tidak menguasai nahasa Indonesia, sehingga agak kesulitan.

Intan memaparkan, secara keseluruhan program berjalan lancar, hal ini terlihat dari respon  tempat mahasiswa praktik sangat baik, dan pihak Midat berharap kepada Unissula bisa mengirimkan kembali mahasiswa, untuk tahun 2019 kita tidak mengirimkan ke Thailand di karenakan kurang minatnya mahasiswa.

“Untuk tahun 2019 ini pihak kami mgirimkan Ci teacher (pertukaran pelajar mahasiswa jurusan kependidikan Negara Negara di Asia)  dan untuk tahun ini kami mengirim 2 mahasiswa, karena ini merupakan pilot project yang baru saja dilaksanakan baru inisiasi saja , jadi belum sampai luas karena ada pembatasan juga dari pihak midat Thailand,” tutur Intansari.

Menurutnya, persyaratan yang harus dipenuhi peserta untuk di berangkatkan kesana antara lain harus memenuhi standar akademik, missal IPK minim 3,00 dan itu harus melalui seleksi karena peminatnya cukup banyak, berikutnya mahasiswa harus mengikuti program micro teaching yang mana sistem pengajarannya tidak seperti PPL, tetapi Teaching English for Speakers of other Language (TESOL) yaitu pengajar bahasa inggris untuk penutur bahasa lain selain bahasa Indonesia, jadi kendala bahasa sangat berat karena mereka harus bisa menjelaskan secara murni dalam bahasa ingris,  ini yang membuat kami menyiapkan mereka siap menyiapkan pembelajaran yang total dalam bahasa inggris dan ini berjalan lancar, baik baik saja tidak ada masalah karena mereka bisa menyampaikan  materi dengan bahasa inggris yang sederhana .

Intansari menambahkan, Tesol memjadi lebih menantang karena para guru praktik harus mengajar bahasa inggris pada penutur bahasa ibu selain Indonesia. Jadi mau tidak mau mereka harus bisa komuniksi dalam kelas dengan media komunikasi bahasa inggris dan tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia karena siswanya penutur bahasa lain, jadi exposure penggunaan bahasa inggrisnya lebih kuat.

“Kami memiliki target mengirimkan lebih banyak lagi ,tetapi di sesuaikan dengan permintaan dari pihak midat, namun kendala lain pada masalah biaya karena mahal walaupun sebetulnya mahasiswa kami banyak yang minat kesana,” pungkasnya.

Salah satu mahasiswa bahasa inggris ditengah tengah siswa sekolah yayasan Midat. Foto: Taufik

Pada kesempatan yang sama, Dekan FBIK Unissula, Dr. Hartono, mengatakan, dari pihak prodi memberikan tantangan dalam praktiknya untuk mahasiswa Unissula Semarang mengembangkan kemampuannya tidak hanya berkutat di kampus Kaligawe saja, tetapi juga di luar, bahkan keluar negeri.

“Disisi lain kami menerima mahasiswa asing yang dari Thailand juga maupun Negara lain yang kuliah di Unissula Semarang sebagai upaya untuk menginternalisasikan,” ucapnya.

Menurutnya, proses pendidikan juga telah dilakukan baik, dengan semua fasilitas yang ada di pendidikan, gedung memadai, ada lab, semua ada mudah mudahan kompeten, sehingga  output pendidikan kita cukup baik.

“Kita telah mencoba maju untuk menjalin hubungan Internasional, dosen berkembang, mahasiswa juga berkembang, ada fasilitas – fasilitas termasuk di program itu yang ditawarkan adalah sebagian dibiayai oleh universitas selama mahasiswa punya kompetensi, punya kemauan”  pungkasnya.

Mahasiswa Unissula Semarang prodi Pendidikan Bahasa Inggris FBIK Unissula  yang mendapatkan prestasi tingkat Internasional,diantaranya :   Bernan Sibgotallah Robani 2 siver a Medal At Soegijapranata Choral Festival.Level Internasional, Soegijapranata Choral tempat Unika Semarang.USM, 8 nopember 2018.   Bernan Sibgotallah  Robani, 2 Golden C Diploma Medal at 1 th Malaysian Choral Eisteddfod Internasional Choral Festival , Malaysian Choral  tempat Kuala lumpur  performing art center, 11 nopember 2018.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here