Muhammad Muslih Pernah Tangani Pijat 7 – 10 Pasien Dalam Sehari

0
28
M. Muslih memperlihatkan salah satu sertifikat yang dia miliki

Semarang,SMInews.com Sakit merupakan  suatu kondisi yang pernah dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat di dunia. Hal ini membuat masyarakat mencari pengobatan untuk penyembuhan penyakitnya. Ada berbagai macam pengobatan yang digunakan oleh masyarakat, diantaranya pengobatan medis maupun non medis. Di era yang serba modern banyak masyarakat yang  berobat ke medis dengan berbagai penyakit yang dideritanya. Salah satu alasannya karena obat mudah didapat, serta peralatannya yang serba lengkap dan canggih untuk mendukung dalam penyembuhan pasien.

Hal ini justru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh pria yang bernama lengkap Muhammad Muslih (49,) salah satu terapis maupun pengobat tradisional handal yang tinggal di jalan Sejahtera RT 05/RW07 Perum Damatex II Kauman kidul Kec. Sidorejo Kota Salatiga, yang sudah banyak makan asam garam di dunia terapi, maupun pengobatan tradisional. Bapak dua anak ini mengaku sudah menggelutinya sejak tahun 1992, kala itu sebagai salah satu karyawan di pabrik garmen Damatex di Kota Salatiga.

“Saya waktu bekerja di pabrik garmen Damatex sudah nyambi sebagai terapis, dan pasien saya kala itu dilingkungan kerja, teman, famili serta tetangga dilingkungan saya tinggal, pada awal mulanya secara ketok tular sehingga saya mulai banyak pelangggan dan dikenal. Namun pada tahun 2015 saya terkena PHK dari perusahaan, dimana saya bekerja karena jatuh pailit. mulai saat itu saya total fokus sebagai seorang terapis ataupun pengobat trasisional hingga sekarang,” tutur muslih  saat diwawancarai smi-news.com di rumahnya, Jumat (29/5/2020).

Muslih saat memfasdhu pasienya dirumahnya Salatiga

Menurutnya, sebagian masyarakat berpaling ke pengobatan tradisional  hal ini dikarenakan alasan ekonomi, artinya biaya yang dikeluarkan cukup terjangkau untuk melakukan pengobatan tradisional. Selain itu, obat yang diberikan herbal yang tidak ada unsur bahan kimianya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari, muslih fokus pada terapi adapun keahlian yang dia dapatkan selaian otodidak juga mengikuti pelatihan berbagai keilmuan, diantaranya pijat bayi, bekam, bio elektrik, fasdhu dan semuanya bersertifikat. Muslih juga bergabung pada wadah para terapis yaitu di Battra Supranatural Nusantara, dan juga di komunitas Perthi (Persatuan Tabib Herbal Indonesia).

Menurutnya dari para pasien yang di tangani, rata – rata yang membutuhkan jasa terapinya adalah pijat capek, bahkan dia pernah menangani pasien pijat capek sehari pernah 7 orang bahkan 10 orang dengan rata – rata setiap pasien dipijatnya satu jam per orang.

Ketika ditanya apakah tidak capek dengan waktu yang begitu lama non stop, Muslih menjawabnya dengan santai “Sudah biasa..”.

Bahkan muslih mengaku supaya tidak capek saat melakukan maraton pemijatan 7 – 10 pasien dia sebelumnya membaca doa atau mantra khusus supaya  kekuatan fisiknya stabil.

Muslih mengaku bahwa hampir 70 persen pasienya rata – rata minta pijat capek, lainnya beragam ada yang minta di bekam, di fasdhu (pengeluaran lemak darah lewat nadi) serta pijat bayi.

“Kebetulan pekerjaan saya sangat di dukung oleh Istri saya, bahkan istri saya juga ikut terjun di terapi, khususnya pijat untuk wanita. Kebetulan istri saya sebelumnya buka Salon, yang berkaitan dengan facial wajah, creambath juga ada unsur pemijatan. Untuk mendalami pemijatan, saya yang bimbing dan ngajari langsung sampai betul – betul mahir dan rata rata pasien istri saya saat ditangani merasa cocok  dan sering berlanjut untuk kembali meminta untuk diterapi. Ya alhamdulillah semua rejeki yang di diberikan Allah lancer, sehingga saya bisa menguliahkan anak saya yang sekarang hampir selesai kuliahnya, yang satunya masih sekolah di tingakat SMA,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here