Menangis Tidak Punya Kuota dan Minta Jadi PNS, Kepala SDN Corenda Angkat Bicara

0
385

Sumedang, SMInews.com Viral nya berita Dede Nano Hendarso, S.Ag seorang Guru Honorer PAI SDN Corenda Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, yang menangis tidak bisa mengajar daring karena tidak bisa beli kuota, dan merengek meminta jadi PNS kepada Bupati Sumedang mendapatkan tanggapan serius dari Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Corenda.

Kepala SDN Corenda Wawan Suwandi, S,Pd dan Warga Sekolah menyesalkan adanya pernyataan Dede Nano tersebut, karena selama ini pihak sekolah sudah memperhatikan para guru, apalagi guru honorer. Pernyataan Dede Nano tersebut dianggap mencoreng nama baik sekolah.

Ternyata, Dede Nano Hendarso sosok guru yang menangis tersebut memiliki kinerja yang kurang baik disekolahnya. Selain sering bolos,  pihak sekolah sering mendapatkan pengaduan dari orang tua peserta didik dengan cara mengajarnya.

Terkait masalah honor, Kepala SDN Corenda Wawan Suwandi, S,Pd. Menjelaskan bahwa Dede Nano itu sudah menjadi Tenaga Honor Daerah, dan mendapatkan gaji satu juta perbulan. Dan pihak sekolah memberikan kebijakan dengan memberikan uang  200 ribu perbulan yang dibayarkan secara triwulan atau 600 ribu pertriwulan.

“Ketika berbicara di media, dia menangis tidak punya pulsa ini kan saya kan kaget sekali. Jangankan pulsa yang harga lima puluh ribu, biaya kelahiran istrinya, biaya sakit istrinya itu dibiayai SDN Corenda” ucapnya.

Wawan Suwandi, S,Pd juga mengatakan Pihak sekolah juga sudah memperhatikan dia dengan memberikan seragam, sepatu, bahkan diberikan Handphone. Guru yang sertifikasi juga sering memberikan uang kadeudeuh untuk dirinya.

“Dua orang guru sudah memberikan Handphone, itu Handphone nya dikemanakan” tegasnya.

Dengan adanya berita tersebut, Wawan Suwandi, S,Pd mengharapkan agar pihak media harus profesional, ketika ada permasalahan seperti ini agar mengklarifikasinya terlebih dahulu.

“Saya memohon dari pihak jurnalis pun harus juga profesional, ketika ada permasalahan ini tolong klarifikasi dulu ke Pihak Sekolahnya,  bener gak ini, jangan sampai menebar fitnah” pintanya.

Wawan Suwandi, S,Pd menyayangkan pola pikir Dede Nano yang seperti itu. Padahal pihak sekolah sudah berusaha memberikan kesejahteraan bagi para guru. Terkait permasalahan ini, Pihak Sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

“Karena sehubungan dengan pengaduan masyarakat, karena statusnya tenaga honor daerah nanti saya akan koordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten” ucapnya.

Pewarta : Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here