Melihat Saksi Bisu Sejarah Perih Anak Negeri di Gunung Kunci Sumedang

0
69

Penulis : Untung T / SS Munawir

Gugusan Bukit itu terlihat sejuk dengan pohon pinus yang mengelilinginya.  Jalan melingkar mengelilingi bukit dengan view yang nampak menyejukkan mata.

Gunung Kuntji,  adalah nama yang diberikan kepada tempat ini. Sebuah gugusan bukit yang di dalamnya terdapat bangunan Belanda yang dibangun pada tahun  1914-1917.

Konon dinamakan Gunung Kuntji (Kunci) karena adanya logo kunci yang menyilang di pintu masuk.

Gunung kunci, konon kabarnya adalah sebuah bangunan benteng yang dibangun sebagai pertahanan di tanah Sumedang. Sekaligus sebagai penjara bagi para tahanan.

Bangunan kokoh dengan berbagai bentuk ruangan ini seperti bercerita akan perjalanan panjang sebuah negeri yang ada di bawah  kekuasaan kolonialisme.

Selain tertindas dan teraniaya, sebagaimana cerita  Yusman penduduk sekitar Sumedang, warga sekitar benteng adalah sasaran kekejaman para tentara kolonial. Mereka disiksa dalam ruangan-ruangan bawah tanah yang terdapat di bawah benteng.

Ki Rogojiwo seorang paranormal  dari Semarang yang kebetulan berada di lokasi melukisakan kengerian yang dalam. Jerit, rintihan, dan teriakan samar-samar dirasakan oleh mata batin Ki Ageng

Memang di dalam rongga goa terdapat banyak ruangan-ruangan kecil serupa kamar yang sempit yang konon tiap ruangan diisi  enam orang.

Deny salah seorang pengunjung yang lain menceritakan bahwa pada mulanya tempat itu tidak terdapat pohon, lalu seetelah kemerdekaan sekeliling bukit ditanami  pohon pinus oleh pemerintah setempat. Lalu pada waktu berikutnya bangunan benteng itu secara penuh menjadi tempat berkunjung para wisatawan.

Asep salah seorang tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa ia punya harapan besar terhadap masa depan destinasi wisata di Sumedang. Terutama Gunung Kuntji. Mengingat sejarah kelam perjalanan bangsa ini sebelum kemerdekaan.

Asep juga menjelaskan bahwa bila Gunung  Kuntji digarap dengan serius akan mendatangkan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Apalagi bila pemerintah daerah setempat mampu menata dan memoles Gunung Kunci sebagaimana tempat kunjungan wisata yang digemari kaum milenial, tidak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang akan jadi ikon wisata kota Sumedang.

Bukit yang  di Kelurahan Kotakulun, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat ini sebagaimana disampaikan Lina seorang pemerhati sejarah di Jawa Barat bahwa dahulunya Gunung Kunci adalah tempat pembantaian warga pribumi semasa pra kemerdekaan. Lina menjelaskan bahwa pada masa itu banyak warga pribumi yang disiksa, digantung, bahkan diberondong dengan peluru sampai menemui ajal.

Konon sumur-sumur yang dalam yang ada di Bukit Kunci adalah tempat dimana jenazah para pribumi dibuang. Mereka tidak  dikuburkan melainkan dilempar begitu saja dalam lubang-lubang yang telah disiapkan.

Luas benteng ini kurang lebih sekitar 2.600 m2 dengan luas bunker yang mencapai sekitar 450 m2. Rincianya, benteng ini terdiri dari tiga lantai, meliputi ruangan untuk prajurit, perwira, tahanan dan benteng itu sendiri. Semua dilapisi dengan beton setebal 1 meter. Beberapa ruangan terdapat meja, tempat duduk dan tempat tidur yang semuanya juga dibuat dari beton. Ditambah pula dengan lorong yang memiliki panjang kurang lebih 200 m dan memiliki penghubung antara ruangan dengan gua-gua buatan yang ada di dalamnya.

Achmadi menjelaskan bahwa desain benteng memang dibuat melingkar dan berdiri di tempat yang tinggi agar Belanda lebih mudah mengawasi gerak gerik yang mencurigakan, atau tanda-tanda akan terjadi serangan.

Bila anda datang ke Gunung Kunci , anda akan melihat bekas tempat meriam yang yang dipasang melingkar, seperti mengikuti desain benteng. Bisa dibayangkan bila peluru meriam yang diarahkan ke wilayah Sumedang dan sekitarnya ini memuntahkan peluru waktu itu, pasti seluruh kota akan porak poranda berantakan .

Gunung Kunci juga sangat menarik sebab di dalamnya terdapat lorong-lorong gelap seperti gua,  dengan tangga dari beton yang tebal. Selain itu kehadiran bunker-bunker di dalamnya tentu akan membuat petualangan semakin mengasyikkan. Ruang-ruang tahanan dan sebuah sumur juga melengkapi benteng ini.

Dan anda akan takjub setelah menikmati perjalanan wisata di Gunung Kunci, sebab perjalanan Anda di tempat ini akan  menggugah semangat anda untuk kembali ke masa silam sebelum kemerdekaan.

Menyaksikan penderitaan saudara-saudara kita setanah air, yang belum dipersatukan dengan negeri merdeka bernama Indonesia.

Anda harus mengunjunginya,  selain anda harus membawa alat penerangan, anda juga harus mengajak guide orang setempat yang bisa menceritakan secara detail setiap pojok ruangan yang anda jelajahi di Gunung Kunci.

Selamat berwisata ke Sumedang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here