Melihat Peradaban Masa Lampau di Desa Wisata Banjarejo

0
14

Grobongan, Sminews.com Peradaban itu berjalan maju, melewati ruang dan waktu, dan tiap titik peradaban akan ditinggal di belakang sebagai cerita sejarah yang terhubung ke peradaban masa depan.

Ribuan,  bahkan jutaan tahun yang lalu, di atas bumi yang kita pijak ini terdapat peradaban yang hidup. Menghiasi cerita dunia, menjadi hikayat, sejarah, bahkan legenda yang mengabadi.

Orang-orang menggali tanah, menemukan peninggalan masa lalu, baik berupa artefak, batu, atau fosil, bahkan bangunan candi. Sehingga dalam penemuan itu terkuak sejarah yang tersembunyi akan adanya kehidupan di masa lampau.

Desa Banjarejo adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Gabus kabupaten Grobogan. Desa ini tetiba saja menghebohkan dunia dengan ditemukannya berbagai fosil berbagai binatang raksasa yang hidup sejak jutaan tahun yang lalu.

Wartawan SMI mengunjungi Banjarejo ditemani seorang guide setempat.

Lokasi desa wisata Banjarejo bisa ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit melalui jalan raya yang menghubungkan Blora-Purwodadi Jawa Tengah. Plang petunjuk arah ke arah desa wisata ini sudah mulai nampak dari jalan besar. Dan kita tinggal mengikuti papan petunjuk arah tanpa kesulitan.

Setelah melalui beberapa desa, kita akan sampai di lokasi. Terlihat patung gajah raksasa di depan kantor kelurahan. Dan setiap pengunjung akan dikenakan biaya rp.5000 untuk umum dan rp.3000 untuk pelajar.

Di depan halaman kelurahan yang sangat luas ini juga terdapat patung Ganesha tidur dalam ukuran raksasa. Saya datang ke tempat ini disambut dengan ramah oleh penjaga.

Masuk dalam sebuah ruangan berupa bangunan tembok yang tak terlalu besar, saya disuguhi sebuah pemandangan yang menakjubkan. Dalam sebuah etalase yang tak terlalu besar terdapat beberapa puluh fosil peninggalan masa lalu.  Dari kerang raksasa, kepala kerbau, kuda nil, bahkan gading gajah yang konon umurnya sudah jutaan tahun.

Barang hasil penemuan purbakala di Desa Banjarejo, selain disimpan di omah balung di kelurahan, juga disimpan di rumah kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufiq.

Kepala desa yang sudah 3 periode manjabat ini menjadi pelopor untuk menyimpan benda purbakala di Banjarejo.

Konon masyarakat Banjarejo memiliki kebiasaan menambang emas di lahan persawahan mereka. Sehingga tak heran bila banyak kolektor barang berharga yang lalu lalang di desa ini untuk mengoleksi penemuan para penduduk.

Barang apa saja yang ditemukan oleh warga sekitar, dibeli oleh kolektor dengan harga tinggi.

Akan tetapi mulai tahun 2015 muncul kesadaran yang dipelopori oleh sang kepala desa, bahwa barang-barang penemuan itu adalah harta yang tak ternilai harganya. Sehingga semua barang temuan itu mulai disimpan di rumah kepala desa.

Ada ribuan koleksi barang-barang unik yang disimpan di kediaman kepala desa. Dari peralatan rumah tangga di masa lampau sampai tulang gajah, dan tanduk kerbau raksasa.

“Dimasa lampau, desa Banjarejo adalah lautan dangkal, sehingga di desa ini ditemukan berbagai fosil binatang laut, seperti kerang raksasa. Lalu 2 juta tahun kemudian menjadi Laguna, daratan yang teramat luas, sehingga ada gading gajah dan tanduk kerbau raksasa juga ditemukan di tempat ini” , terang Ahmad Taufiq.

Di rumah kepala desa, semua barang-barang ini tersimpan rapi. Ada dalam deretan etalase yang panjang, serta beberapa barang dibungkus dalam plastik tebal dan ditandai dengan berbagai keterangan. Berupa barang jenis apa, dan waktu ditemukannya.

Konon hampir semua wilayah desa Banjarejo terdapat fosil binatang purba. Karena setiap saat ada saja warga setempat yang menemukannya. Baik saat mereka membuat pondasi rumah atau membuat sumur.

“Bahkan karena tidak tahu, barang-barang yang berumur jutaan tahun ini oleh penduduk setempat dijadikan sebagai penyangga tiang rumah, tempat meletakkan padasan (tempat wudhu), bahkan untuk  dapur”, tambah Ahmad Taufiq

Tapi setelah apa yang diketemukan di Banjarejo mendapat perhatian dari balai konservasi benda purbakala dari Sangiran, penduduk setempat pun menyerahkannya kepada kepala desa untuk dikumpulkan .

Untuk menggairahkan wisata di Banjarejo, setiap tahun diadakan festival jerami yang diikuti oleh seluruh dusun Banjarejo. Mereka membuat patung berupa binatang purba, baik burung raksasa, gajah,  gorila dan sebagainya. Dan beberapa dipamerkan di alun-alun kabupaten Grobogan.

Datang Ke Banjarejo, seperti mendatangi suasana purba. Dan akan lebih terasa lagi saat melihat situs tempat gading dan tulang Gajah raksasa ditemukan.  Dan desa wisata Banjarejo memang layak dipertahankan sebagai sumber pengetahuan, sarana edukasi tentang sejarah peradaban masa lampau, dan layak untuk dikunjungi.

Desa Banjarejo layak menjadi daftar kunjungan anda setelah pandemi usai. Saya yakin kelelahan menempuh perjalan puluhan kilometer akan terobati saat anda sudah sampai di lokasi.

Apalagi sambutan warga setempat yang sangat ramah, akan membuat anda semakin betah berada di tempat ini.

Pewarta : SS.Munawir

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here