Masyarakat Berharap Dewan Sering Lakukan Update Data dan Informasi

0
9
Dari kiri : Dosen FH Undip Lyta Laelita, Kabag Tata Pemerintahan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, Ketua DPRD Kota Semarang, H. Supriyadi ,S.Sos,Moderator: Pras, Foto: M Taufik

Semarang,SMI.-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang yang menjadi mitra kerja Pemerintah Kota Semarang, Di era modern saat ini, DPRD juga turut berupaya mengimplementasikan konsep parlemen modern dengan mendukung azas keterbukaan  informasi publik keterwakilan masyarakat dan akuntabilitas.

Beberapa langkah meswujudkan parlemen modern diantaranya :

  1. Menjalankan prinsip transparansi yakni dengan membuka akses informasi seluas luasnya kepada masyarakat melalui sarana pengaduan lewat website.
  2. Menggunakan teknologi informasi, artinya kinerja DPRD akan beralih dari manual ke digital, sehingga rapat rapat Dewan akan menerapkan system paperless dengan penggunaan E-Mail.
  3. Menekankan representasi rakyat, dengan memperkuat daerah pemilihan dan rumah aspirasi yang dapat digunakan untuk menghimpun masukan bagi dewan.
  4. Melakukan penguatan legislasi dengan membangun law center.
  5. Melakukan peningkatan sarana dan prasarana gedung dewan.

Langlah – langkah modern tersebut diharapkan mampu menghilangkan pandangan miring publik kepada dewan, karena sudah tidak ada kesulitan lagi mengakses informasi tentang lembaga perwakilan rakyat. Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat kepada lembaga perwakilan rakyat akan terus meningkat.

Ketua DPRD Kota Semarang, H. Supriyadi, S.Sos mengatakan, parlemen modern sudah digagas sejak awal 2014 “Kita menginginkan masyarakat butuh banyak pintu untuk bertemu, serta ingin menyampaikan masalah, pendapat, gagasan maupun aspirasinya. tidak hanya langsung bertemu dengan anggota dewan, tapi bagaimana ingin menyampaikan aspirasinya lewat android, tentunya itu sudah terealisasi sejak 2017, karena memang harus dipersiapkan infrastrukturnya seperti pembuatan aplikasinya, terus infrastruktur pendukung lainnya harus dipersiapkan tentu tujuannya untuk mempermudah hubungan antara masyarakat di daerah dengan anggota dewan yang mewakili didaerah pemilihannya”. Ungkapnya saat menjadi salah satu narasumber dalam Dialog bersama DPRD Kota Semarang, dengan tema Jejak dan Langkah Menuju Parlemen Modern, yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Lobby Hotel Gets, Jalan MT. haryono No 312 – 316  Semarang, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, sampai dengan sekarang DPRD Kota Semarang sudah melakukan live streaming supaya tahu anggota dewan yang rajin dan yang malas terpantau oleh masyarakat. Juga memacu anggota dewan karena dilihat oleh masyarakatnya, supaya mereka punya malu dan disiplin ketika ada rapat bisa hadir dalam rapat tersebut.

Supriyadi menjelaskan, terkait aplikasi infrastruktur dewan mempunya aplikasi yaitu E Sarapan (Elektronik, Sarana Aplikasi dan Harapan) masyarakat bisa menyampaikan secara langsung, misalnya daerah pemilihan bisa disampaikan melalui E Sarapan, kalau sudah disetujui dan di verifikasi lewat E Pokir (Elektronik Pokok – pokok Pikiran) nantinya masuknya ke Bappeda, dilanjutkan  ke Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)  baru dilanjutkan ke SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) nantinya akan diproses secara bersama sama.

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Kota semenrang, Drs. Hermowo Budi Luhur, SH. M.Si, mengatakan, “Sejak kepemimpinan Wali kota terpilih Bapak Hendrar Prihadi,SE.MM kita sudah kembangkan transmartcity ( kota cerdas) salah satunya termasuk Parlemen modern karena kita ingin semua hal berkaitan dengan kota Semarang ini bisa dilakukan secara baik, transportasi cerdas, lingkungan cerdas, semua itu harus didukung oleh teknologi informasi memakai sebuah alat yang dilengkapi dengan aplikasi. Oleh karena itu DPRD Kota semarang saya kira sejalan dengan Pemerintah Kota yang Pak Hendrar Prihadi lakukan”.

Menurutnya, untuk mewujudkan parlemen modern, dewan Kota Semarang mewujudkannya dianataranya dengan adanya E Sarapan (Elektronik Sarana Aplikasi dan Harapan) yang mana masyrakat bisa mengaksesnya, berkaitan dengan penyampaian asprirasinya yang mana tidak harus ketemu dengan wakil rakyat yang ada di dewan kota.

Pada kesempatan yang sama, Dosen FH. Undip Semarang, Lyta Laelita menuturkan, berdasarkan Undang Undang No 23 tahun 2014 tentang otonomi daerah, daerah diminta untuk berinovasi, ini merupakan cerminan pemerintah daerah yaitu DPRD Kota Semarang dengan pemkot sudah berjalan dengan baik, persoalannya implementasinya sudah seperti itu.

Menurutnya, salah satu indikator parlemen modern adalah keterbukaan informasi dimaknai tidak saja masyarakat bisa aktif mendapatkan informasi, tetapi juga sebaliknya. Jadi, dewan juga mendapatkan informasi dari masyarakat, tetapi secara umum ternyata hal ini belum bisa di akses masyarakat banyak karena sosialisasinya ketingkat masyarakat belum banyak didapat.

“Saya berharap update – update data harus sering, SDM mengimbangi teknologinya penting supaya jalan beriringan. Jadi soft skill nya harus berjalan bareng, masyarakat juga di tata, pinter, mampu melihat dan mengakses serta merasa ini juga bagian dari milik masyarakat juga,”pungkasnya.

Pewarta : M Taufik

Editor: Wandal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here