Massa Pendukung Prabowo Sandi Dihadang Pagar Kawat Berduri

0
24
Aliansi Gerakan Rakyat Kawal Suara Rakyat bertajuk Kartu Merah Untuk KPU dengan berjalan kaki melintasi jalan Pahlawan menuju Gedung KPU Jateng , Foto : M. Taufik.

Semarang, SMI.- Ribuan massa yang tergabung dalam Aksi Massa simpatik, Aliansi Gerakan Rakyat Kawal Suara Rakyat (AGRKSR) pendukung Prabowo – Sandi menggelar aksi dengan tajuk Kartu Merah Untuk KPU dengan berorasi di depan Kantor Mapolda Jateng, jalan Pahlawan Semarang, Jumat, (10/5/2019).

Iring – iringan massa yang mengular di mulai sekitar pukul 13.14 berkumpul di patung kuda air mancur di jalan pahlawan Semarang yang kemudian bergerak menuju Gedung KPU Jateng sambil membawa kartu merah di tangan masing – masing peserta aksi, yang sebelumnya di awali dengan berdoa kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Namun, aksi tuntutan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, rombongan yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Kawal Suara Rakyat pendukung Prabowo – Sandi ini ternyata gagal untuk masuk ke jalan veteran Semarang. Pasalnya, jalan depan menuju ke jalan veteran di blokade dengan kumparan pagar kawat berduri yang dipasang oleh aparat kepolisian Polrestabes Semarang, demikian juga jalan veteran sebelah barat di pasang blokede kumparan pagar kawat berduri, jadi kantor KPU Jateng benar benar steril.

Negosiasi antara pihak aparat dengan perwakilan aksi massa untuk bertemu dengan Komisioner KPU Jateng, Foto : M. Taufik

Rombongan aksi yang menggunakan truk bak terbuka berikut perlengkapan pengeras suara akhirnya hanya berhenti di depan jalan samping Mapolda Jateng, arah masuk jalan veteran sambil berorasi, serta gantian membaca puisi yang initinya kritik keras terhadap KPU dan diselingi dengan aksi mengakat tangan sambilan mengacungkan Kaertu merah di tangan sebagai tanda pelanggaran KPU terhadap penghitungan suara di pemilu 2019.

Dalam aksi simpatik Kartu merah untuk KPU didukung beberapa elemen massa pendukung Prabowo – Sandi, diantaranya Bemper PAS, Kopassandi, Barisan Emak – emak serta simpatisan parpol pendukung koalisi baik dari Semarang, Cilacap, Banyumas serta beberapa daerah lain juga hadir untuk memberikan dukungannya.

Pihak aksi massa hanya ingin bertemu dengan Komisioner KPU, untuk memberikan Kartu merah kepada KPU. Namun, pihak Komisioner KPU tidak menemui dengan alasan sedang rapat penyelesaian penghitungan suara 6 Kabupaten, yang harus segera terselesaikan di KPU. Dari pihak KPU hanya di wakili oleh salah satu sekretaris KPU.

Tuntutan yang di ajukan oleh Aliansi Gerakan Rakyat Kawal Suara Rakyat diantaranya :

# Penyelenggara Pemilu 2019, KPU bersama Bawaslu ternya tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai aturan yang berlaku, karena demi tegaknya demokrasi, kedaulatan tetap berada ditangan rakyat, maka kami memberikan Kartu Merah kepada penyelenggara Pemilu 2019.

#  Mengingat korban berjatuhan mencapai angka yang tidak wajar, kami menuntut untuk adanya autopsi atas korban agar penyebab kematian missal dapat terungkap dengan jelas dan terang.

# Agar keterbelahan di masyarakat tidak terus berkembang, untuk itu kami menuntut dibentuknya Tim Pencari Fakta (Independen) untuk melakukan audit forensic atas IT Situng  yang digunakan KPU .

#  Karena banyaknya indikasi kecurangan dalam pemilu 2019 kami menita Komisioner KPU dan Komisioner Bawaslu mundur.

Setelah bubarnya aksi simpatik yang di lakukan oleh Aliansi Gerakan Rakyat Kawal Suara Rakyat, sampai dengan pukul 02.00 dini hari ini kumparan pagar kawat berduri masih memblokade jalan arah masuk sebelah timur jalan veteran maupun arah mau masuk sebelah barat masuk jalan Veteran Semarang.

 

Pewarta : M Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here