Makan Nasi Liwet Massal Sepanjang 700 Meter

0
45

KBB, SMI

Ratusan warga RW.16 Kampung Nagrak Kulon Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat menggelar makan nasi liwet massal dengan panjang 700 meter di sepanjang jalan kampung yang meliputi 3 RT, Jumat (24/08/2018). Biasanya tradisi makan nasi liwet massal atau disebut juga papajar ini dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Nasi liwet yang disajikan diatas daun pisang sebagai alas, dan dijajarkan disepanjang jalan. Dengan beraneka macam masakan yang dibawa oleh tiap orang terutama ibu – ibu rumah tangga di wilayah itu.

Kegiatan yang digelar oleh Pemuda Karang Taruna RW. 16 Desa Sukajaya ini  digelar untuk kelima kalinya. Namun untuk tahun ini, acara jauh lebih meriah dibanding tahun sebelumnya, karena dihadiri oleh ratusan warga baik dari Kp. Nagrak sendiri dan juga dari desa sebelah yang turut antusias mengikuti acara ini.

Ratusan warga Kampung Nagrak Kulon tumpah ruah ke jalan, untuk mengikuti  acara makan nasi liwet massal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala Lindungannya untuk kebaikan, keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.

Dedi Priadi yang akrab di panggil Didit sebagai tokoh pemuda dan Kader Motivator Generasi Muda di Kp. Nagrak menjelaskan Bahwa kegiatan Balakecrakan  makan nasi liwet massal di RW. 16 ini rutin diadakan setiap tahun, dengan tujuan untuk mempersatukan warga masyarakat. Dengan ngaliwet kita bisa mengetahui sejauh mana kerjasama masyarakat dengan pengurus yang ada dilingkungannya.

“Saya sebagai tokoh pemuda mewakili karang taruna RW. 16 sangat bangga dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat. Semoga kegiatan yang menjadi kebanggaan kami ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi, dan dijadikan Motivasi buat tetangga desa – desa khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Lembang ini. Mudah-mudahan saja acara makan liwet bersama ini bermakna. Sehingga bisa  terjalin komunikasi yang baik antar warga dengan kepala desa. Karena tanpa dukungan dan kerjasama dengan masyarakat, kami ini bukan siapa-siapa,” ujar Didit dengan penuh semangat dan antusias.

Perwakilan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Hernandi Kasubag Pembinaan purbakala dan Budaya Disparbud Kab. Bandung Barat, yang akrab disapa Bah. Hernan mengatakan, bahwa budaya dan tradisi ini harus tetap dipertahankan. Karenakan terasa sekali ikatan kekeluargaan antar warga, terutama untuk generasi penerusnya. Melihat Warga disini sudah seperti keluaga satu sama lain, selalu ramai dalam setiap kegiatan, mulai dari orang tua bahkan anak-anak.

“Ini diwarisi orang tua satu petuah “Kudu Saampar, Sajajar, Sarasa” artinya semua sama dan sejajar serta saling merasakan, itu simbol dari makan liwet sama-sama. Bukan hanya makannya saja, tapi kebersamaannya. Kami sangat terharu melihat antusias warga dari tiga RT di RW.16 ini hampir semua turun, dangan membawa nasi liwet yang sudah dimasak dirumah masing – masing. Yang sangat berkesan lagi, kami bisa secara langsung bertatap muka dan sekaligus bersilaturahmi dengan warga, dengan kondisi sekarang sudah hampir sulit untuk menjalin tali silaturahmi. Tapi di kampung Nagrak Kulon ini saya rasakan alhamdulilah masih terjalin dan selalu terjaga. Mudah -mudahan acara tersebut bisa berkelanjutan dan dijadikan agenda tahunan, agar selalu terjaga tali persaudaraan,” pungkasnya. **(LINA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here