Mahasiswa Karawitan ISI Yogyakarta Diwajibkan Kenakan Busana Jawa Saat Kuliah

0
19

Yogyakarta, SMI.- Suasana dan jalannya kuliah pada Jurusan Karawitan di ISI Yogyakarta, Selasa (5/11-2019) terasa special dan lain dari biasanya. Semua mahasiswa diwajibkan mengenakan busana Jawa baik putra/putri. Hal ini penting ditempuh untuk memberikan nuansa baru dalam kuliah kelas teori, juga dapat memberi solusi terhadap berbagai kejenuhan mahasiswa dalam proses belajar mengajar.

Manfaat lainnya agar mahasiswa tidak canggung dalam berbusana dan berbahasa Jawa, karena kelak mahasiswa akan selalu bersinggungan dengan hal tersebut baik di lingkungan internal kampus maupun di lingkup eksternal /masyarakat.

Hal itu disampaikan Dosen Sastra Jawa Jurusan Karawitan FSP ISI YK, Dra. Agustina Ratri Probosini, M. Sn kepada wartawan disela acara perkuliahan mahasiswa Jurusan Karawitan di Kampus ISI Yogyakarta, Selasa (5/11-2019)

Dikatakannya, Ide itu muncul berawal dari sebagian besar mahasiswa yang berasal dari luar DIY belum pernah menggunakan busana Jawa. Kecuali itu untuk memecah kejenuhan rutinitas kuliah dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengapresiasi materi perkuliahan semaksimal mungkin.

“Setelah berdiskusi dengan beberapa dosen dan atas izin Kajur Karawitan, Drs. Teguh, M.Sn., hal ini mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak terutama mahasiswa” katanya.

Dijelaskannya, melalui terobosan yang dilakukan diharapkan masyarakat lebih mengetahui adanya jurusan karawitan .

Dia juga menambahkan, selain mendidik mahasiswa secara akademik yaitu mengenal bahasa sastra Jawa, karawitan juga bisa menerapkan unggah-ungguh terkait cara berpakaian yang benar, sehingga mereka juga tertarik untuk melestarikannya.

“Kita senang sekali bila ada yang tertarik masuk ISI berkuliah disini sebagai penyaji seni atau menciptakan sesuatu yang baru di dunia seni khususnya seni karawitan yang sebentar lagi akan lahir ilmu karawitan melogi. Saya bangga karena banyak sekali yang mengapresiasi, dan ini merupakan pengalaman pertama khususnya bagi yang berlatar belakang non etnis. Dan ada juga mahasiswa yang mengatakan bahwa ini tidak berakhir hari ini tetapi sesering mungkin membiasakan mahasiswa untuk berakrab ria dengan busana Jawa. Pesan saya agar semua mahasiswa tidak malu dan mereka semua harus bangga akan hal ini”paparnya.

Dijelaskannya, bahasa dan Sastra Jawa merupakan salah satu mata kuiah di Jurusan Karawitan FSP ISI Yogyakrta yang mengajarkan teori bahasa dan sastra dengan materi yang bersifat utama dan pendukung.

Menurutnya, hal-hal yang bersifat utama antara lain berisi tentang bagaimana mahasiswa dapat memahami dan mengaplikasikan tata bahasa Jawa serta menulis dan membaca dengan media Aksara Jawa. Tujuannya agar mahasiswa dapat mengkaji syair-syair dalam karawitan yang terbingkai dalam ilmu sastra.

Dijelaskannya, aplikasinya tidak lepas dari unggah-ungguh. Mahasiswa diberikan pemahaman penggunaan kata dan kalimat yang diikat dalam tingkatan bahasa Jawa. Mahasisea juga diberi pemahaman tentang bersikap dan berbusana Jawa.

“Dalam beberapa tahun terakhir mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta berasal dari luar DIY dan Jawa Tengah. Pada tahun ini juga ada beberapa mahasiswa yang berasal dari luar Jawa dan bukan etnis Jawa. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita dalam mengasuh mata kuliah Bahasa dan Sastra Jawa” pungkasnya.

Ketua Angkatan 2019 dari Kabupaten Bawang Batang – Jawa Tengah, Agus Efendi secara terpisah kepada wartawan mengapresiasi terobosan yang dilakukan.

“Kami dari kalangan mahasiswa meresponnya sangat bagus sekali karena ini bukan hanya bagi kalangan Jawa tetapi bagi siapa saja sehingga teman-teman luar Jawa dapat mengetahui kostum adat di Jawa. Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu mahasiswa . Kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan setiap mahasiswa terutama dapat memahami bagaimana cara memakai pakaian adat Jawa, cara memakai jarik dan lain sebagainya. Harapan kami kegiatan seperti ini terus digelar minimal seminggu dua kali” Ucapnya.

Pewarta : Untung Teguh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here