Lokalisasi Sunan Kuning Resmi Ditutup, 448 WPS Legowo

0
16
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, SE.MM resmi menutup Lokalisasi SK. M. Taufik

Salatiga, SMI.- Resosialisasi Argorejo/ Sunan kuning yang sudah ada sejak tahun 1963 dan sudah 53 tahun beroperasi, oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, S.E.,M.M.  resmi ditutup. Hal ini berpedoman pada rencana pemerintah pusat untuk menutup seluruh lokalisasi di Indonesia tahun 2019.

Sebelumnya pernah dilontarkan dalam Dialog bersama DPRD Kota Semarang yang diselenggarakan di Hotel Noormans Jalan Teuku Umar no 27 Kota semarang, Jumat (28/6/2019) bahwa Lokalisasi Sunan Kuning akan di tutup 15 Agustus 2019. Namun usai itu belum ada kepastian.

Namun Pemerintah Kota Semarang akhirnya memutuskan untuk menutup Lokalisasi Sunan Kuning yang berada di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat Semarang, Jumat (18/10/2019).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi, S.E.,M.M, secara resmi menutup lokalisasi Sunan Kuning, menghentikan segala kegiatan prostitusi Resosialisasi Argorejo, acara penutupan di hadiri ratusan penghuni lokalisasi SK berjalan lancar dan tertib. Papan plang pun terpasang dengan tulisan “ Kawasan Argorejo Bebas Prostitusi “ sebagai pemberitahuan bahwa lokalisasi Sunan kuning resmi ditutup.

Mas  Hendy sapaan akrab Walikota Semarang Hendrar Prihadi, menegaskan bahwa penutupan Lokalisasi Sunan Kuning (SK) merupakan peraturan pusat yang nantinya semua lokalisasi di seluruh Indonesia tahun 2019 di tutup.

“Kami dari pemerintah kota tentunya mendukung kebijakan pusat karena mempunyai tujuan baik, ini sudah menjadi keputusan pemerintah dan sifatnya final,” tuturnya.

Hendi berharap usai ditutupnya Lokalisasi Sunan Kuning (SK), Pada Wanita Pekerja Seks (WPS) yang berjumlah 448 orang di minta legowo (berbesar hati)  untuk membuka lembaran baru dalam meniti kehidupan mendatang dengan pekerjaan halal, dengan membuka usaha. Walaupun hasil tak sebesar waktu menjadi WPS namun yang penting halal, jika dijalani dengan kerja keras dan akhlas , Inshaa Allah menjadi berkah akan memperolah hasil yang baik.

“Pasca penutupan SK, Pekerjaan Rumah kami (PR) melaksanakan penataan kawasan disini untuk bisa menjadi daya tarik wisata yang lebih positif, misalnya melalui program Kampung Tematik”Tambahnya.

Sebagian Wanita Pekerja Seks (WPS) sudah legowo dengan kebijakan pemerintah Kota Semarang menutup lokalisasi Argorejo tempat praktek prostitusi Sunan Kuning (SK), mereka bersiap untuk menata dan menatap kedepan apa yang akan di persiapkan nantinya, usai tidak di Argorejo lagi, Namun tidak sedikit penghuni SK yang belum siap untuk meninggalkan dunia esek esek.

Para Wanita Pekerja Seks (WPS) saat antre untuk menerima tali asih, Foto : M. Taufik

Salah satu penghuni, Ayu merasa belum siap meskipun sudah menerima uang tali asih sebesar 5 juta bersama juga 448 temannya yang lain, tak tahu harus bagaimana usai meninggalkan lokalisasi SK “Saya belum tahu harus kemana, saya merasa stress,” ungkap wanita asal Temanggung ini.

Ayu berencana akan pulang ke daerah asalnya di Temanggung, “Ya bagaimnan lagi karena tempat mulai hari ini sudah resmi ditutup, mau tidak mau saya harus segera pulang, belum memikirkan langkah selanjutnya saya bagaimana ,” pungkasnya sambil mengemasi barang barang  yang masih berada di tempat yang dia tinggali sebelumnya.

 

Pewarta : M Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here