Lokalisasi Gambilangu Resmi Ditutup 19 Nopember 2019

0
33
Pembacaan Ikrar oleh Warga Rowosari Gambilangu, Selasa (19/11/2019 ) , Foto : M. Taufik

Semarang,SMI.- Sesuai program Pemerintah “ Menuju Indonesia Bebas Lokalisasi Prostitusi  Tahun 2019 “ yang dicanangkan Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Lokalisasi Gambilangu (GBL) yang berlokasi di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, resmi ditutup, Selasa (19/11/2019). Berselang satu bulan setelah ditutupnya lokalisasi Sunan Kuning (SK) Komplek Argorejo, Kalibanteng Kulon, Jumat (18/10/2019).

Penutupan lokalisasi Bambilangu (GBL) sudah sesuai dengan Perda No 05 Tahun2017 tentang ketertiban umum yang diatur  dalam pasal 20,21 21dan 22.

Dalam sambutan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, SE.MM yang dibacakan Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan “Mbak – mbak akan mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah, terlebih hal tersebut berjalan sudah puluhan tahun sejak 1965. Lokalisasi ini sudah ada dan tentunya karena sesuai dengan aturan disini dengan Keputusan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, maka mau tidak mau suka tidak suka memang harus ditutup dan Alhamdulillah pada hari ini sudah resmi ditutup dan tentunya semuanya legowo dan tentuya kami tidak juga akan  tinggal diam bahwa pemkot Semarang berkomitmen akan buat tempat yang dulu menjadi lokalisasi untuk menjadi tempat yang bagus karena disini ada tim Sembilan yang akan mengkaji tentunya bisa menjadi tempat yang produktif tempat yang akan memberikan manfaat lebih bagi semuanya”.

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa (hijab hitam) dan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu ( Hijab merah) saat meghadiri Penutupan Lokalisasi Gambilangu. M. Taufik

Menurut Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Walikota, dari Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan sebesar 6 juta rupiah yang tentunya ada sebagian menjadi alat ada sebagian untuk bantuan kehidupan 1 bulan kedepan.

“Tapi nanti pemkot Semarang menegaskan kalau masih membutuhkan dana kita masih memberikan Dinas Koperasi UMKM melalui kredit wibawa menjadi wira usaha yang jualnya tanpa agunan,” papar Ita.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa menuturkan “Kami dari Pemkab Kendal dan Kota Semarang menindak lanjuti program yang sama dari Kementerian Sosial yaitu Indonesia bebas prostitusi 2019. Kami dari pemerintah Kabupaten Kendal nantinya pasca penutupan lokalisasi Gambilangu tidak akan tinggal diam, kami akan menginformasikan dan mengajak pemerintah memberdayakan masyarakat eks lokalisasi, serta melakukan alih fungsi menjadi kawasan produktif dan bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat pendukung pelaksanaan wanita dengan memberikan bantuan yang menungkinkan mereka dapat memulainya.

Sebelum dimulai acara inti dilaksanakan pembacaan Deklarasi Ikrar Literasi Lokalisasi Prostitusi Desa Sumberrejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda Organisasi sosial dan Organisasi Kemasyarakatan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Acara penutupan lokalisasi Gambilangu (GBL) di hadiri Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Forkopimda Kab Kendal dan Kota Semarang, Sekretaris Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Ka dis Korban Perdagangan Orang, Drs. Budi Kusuma, Dandenpom, KApolres Kendal, Pemuka Agama seta Tokoh Masyarakat. Kabupaten Kendal dan Kota Semarang.

 

Pewarta :  M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here