Launching Bandung Bersih Sampah 2020 – 2025

0
51

Kab. Bandung, SMInews.com Launching Bandung bersih sampah 2020 -2025 dilaksanakan di Desa Batukarut Kecamatan Arjasari, Selasa (21/7/20). Acara launching dihadiri Camat Arjasari Heru Kiatno, S.Pd., M.Si dengan para kader kebersihan  yang berjumlah 40 petugas, Satpol PP Arjasari dipimpin Kanit Satpol PP Darmanto,Tim Kebersihan Kab. Bandung, staf Kecamatan Arjasari, Kepala Desa Batukarut dan perangkat Desa Batukarut, masyarakat peduli sampah.

Pengawas Lapangan dari DLH Kab. Bandung, Sukmana menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meminimalisir masalah penumpukan sampah ditiap – tiap kecamatan, seperti sekarang ini yang dilakukan diwilayah kecamatan Arjasari, yang berlokasi di wilayah batukarut sesuai dengan launching Bandung bersih sampah 2020-2025.

“Diharapkan dengan adanya launching Bandung Bersih Sampah 2020-2025, masyarakat menyadari tentang membuang sampah agar tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak akan adanya penumpukan sampah liar” tegasnya.

Sementara itu, Seketaris Desa Batukarut Dedi Supardi mengatakan, tentunya dengan adanya kegiatan Bandung Bersih sampah yang menjadi titik loakasi launching Bandung bersih sampah 2020-2025 di Desa Batukarut dapat menjadi hal positif .

“Mudah – mudahan kegiatan ini bermanfaat dan tidak hanya secara kegiatan seremonial dilaksanakan sekali, jadi harus bisa berlanjut kedepannya. Mengenai persampahan di Desa Batukarut menjadi prioritas bukan saja di Desa batukarut, akan tetapi mungkin di wilayah yang lainjuga sama” ucapnya.

Dedi juga mengatakan, permasalahan sampah merupakan hal yang rumit dan harus bisa ditanggulangi, seperti sampah an organik, jenis plastik kalau bisa akan mendatangan nilai uang, sedangkan kalau sembarangan dibuang pengurainya sangat lama.

Di Desa batukarut sudah ada penampungan sampah sistimatik lokasi di kampung Cigentur salah satu upaya untuk menanggulangi sampah dan supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Dedi berharap kedepannya mempunyai Bank sampah, yang bisa merekrut pekerja sekaligus juga mengurangi sampah yang ada di wilayah Desa Batukarut.

Selain itu, dengan adanya Program Raksa Desa berbasis Maggot bisa membantu menanggulangi sampah organic. Jadi sampah tersebut tidak hanya pemindahan sampah dari TPS ke TPS, akan tetapi kalau dengan maggot, sampah organik bisa langsung diurai.

“Mudah-mudahan di wilayah Desa Batukarut kedepannya tidak adanya penumpukan sampah liar, akan tetapi masyarakat dari sampah tersebut akan menjadi nilai ekonomi, pupuk, makanan ternak seperti makanan  ayam, lele, kalkum, ikan dari proses pengelolaan sampah berbasis maggot, dan masalah sampah di Desa batukarut bisa tanggulangi” ungkapnya.

Pewarta : Agus Rahmat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here