Kunjungan Tia Hendi ke RW 18 Kelurahan Meteseh

0
18

Semarang, SMInews.com RW 18 kelurahan Meteseh hari ini memang mendapatkan kehormatan dikunjungi oleh Tia Hendi, Istri Walikota Semarang.

Krisseptiana Hendrar Prihadi, demikian perempuan yang friendly dan sangat dekat dengan warga ini disebut, meresmikan sebuah gapura di RW 18.

Acara berlangsung dengan sangat sederhana. Para tamu  yang terdiri dari beberapa ASN dan dinas kesehatan kota Semarang yang mendampingi Ibu Tia berkumpul di luar gapura.

Lalu seseorang dari dalam gapura memimpin doa, dan setelah itu dilakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti peresmian gapura.

Rombongan terus berjalan melewati jalanan perumahan yang bersih dan tertata rapi. Tampak dalam rombongan perangkat kantor kelurahan Meteseh, Camat Tembalang, Babinsa Meteseh dan beberapa orang dari dinas Kesehatan Kota Semarang.

Dalam rombongan ini juga hadir anggota Dewan dari DPRD kota Semarang dari fraksi PDIP Lely Purwandari.

Lely Purwandari menyatakan bahwa Ibu Tia adalah sosok yang paling rajin untuk turun ke bawah. Menengok kegiatan PKK di seluruh wilayah kota Semarang. Sehingga sebagai Ketua tim Penggerak PKK kota Semarang kedatangannya akan membuat para kader PKK lebih bersemangat lagi dalam menjalankan program yang telah ditetapkan oleh PKK kota Semarang.

Dalam kesempatan ini Ibu Tia melihat secara langsung balita yang mendapatkan pelayanaan posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan. Menimbang, mengukur panjang tubuh, menggunakan alas kain yang  dibawa sendiri  dari rumah. Bahkan balita yang dibawa ke posyandu dipakaikan faceshield untuk bayi.

Bu Tia juga melihat menu sehat yang diberikan kepada para balita. Berupa makanan dan buah-buahan segar. Dimana orang tua balita membawa sendiri wadah dari rumah.

Ketua Kelompok PKK setempat menyatakan kegembiraannya atas kedatangan ibu walikota Semarang. Mengingat sebagai tokoh pembina PKK kedatangan Ibu Tia sangat memotivasi para anggota.

Krisseptiana menyatakan bahwa saat Pandemi seperti sekarang ini banyak program pemerintah yang terhambat. Karena semua orang harus menjalankan protokol kesehatan seperti social distancing memakai APD (alat pelindung diri) baik berupa masker ataupun faceshield.

Dan RW 18 kelurahan Meteseh adalah salah satu RW yang tetap menjalankan program posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam wawancara singkat, Ibu Tia menyampaikan dukungannya kepada warga yang terus bisa menjalankan program PKK termasuk di dalamnya Posyandu, yang penting semua orang bisa saling menjaga diri dan orang lain,  terhindar dari penularan virus cororona. Bagi wilayah yang bisa menjalankan program posyandu dan bisa menjalankan protokol kesehatan dipersilahkan. Akan tetapi bagi wilayah yang belum bisa menjalankan protokol kesehatan secara benar tidak usah menjalankan dulu. Sebab dikawatirkan keberadaaan posyandu akan menjadi klaster penyebaran virus. Yang terpenting anak-anak tetap sehat, toh tetap dipantau oleh para tenaga kesehatan khususnya puskesmas setempat.

Pandemi memang berat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi kehidupan tetap harus berjalan. Program pemerintah bidang kesehatan ibu dan anak juga harus tetap  dijalankan. Sebagaimana pesan dari Ibu Tia bahwa pihaknya mendorong semua wilayah yang bisa menjalankan program pemerintah bagi ibu dan anak, asal tetap dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pewarta : Untung Teguh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here