Kunjungan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup

0
12

Sumedang, SMInews.com Kabupaten Sumedang diharapkan menjadi teladan dan role model (percontohan) dalam pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi tepat guna.

Hal itu disebutkan Rosa Vivien Ratnawati, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup saat berkunjung ke Kabupaten Sumedang, Jumat (4/9).

Rombongan Dirjen diterima di Ruang Tengah Gedung Negara oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir yang didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Bagian Umum Setda Kabupaten Sumedang.

Vivien lebih lanjut mengatakan, pihaknya telah melaksanakan pelatihan pembuatan maggot (Bahan pakan ikan) dengan cara mengelola sampah dari bahan organik maupun non organik di 13 Kabupaten/Kota.

“Kami sudah melakukan pelatihan di 13 Kabupaten/Kota salah satunya di Daerah Aliran Sungai Citarum dimana satu Kabupaten pesertanya 40 orang. Saya juga berencana untuk membuat Pakar maggot di Sumedang,” imbuhnya.

Vivien menyebutkan, pihaknya juga akan membuat program pengelolaan sampah melalui padat karya dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Program ini dibuat dengan konsep memberdayakan para pemulung  yang nantinya menjadi dana bantuan bagi para pemulung itu sendiri sekaligus dapat mengurangi sampah,” tutur Vivien.

Dikatakan Vivien lebih lanjut, sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2020 Tentang Pengelolaan Sampah Spesifik sebagai aturan pelaksanaan UU 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

” Saya ingin di tiap desa, termasuk di Sumedang,  dibuatkan Bank Sampah yang merupakan suatu tempat untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah,” ujarnya.

Ditambahkan Vivien, rencananya pada tanggal 19 September 2020 akan dilaksanakan Word Clean Art yakni gerakan kesadaran bagi masyarakat untuk bersih di seluruh desa.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar dapat berkomitmen dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Bupati H Dony Ahmad Munir  mengatakan, dengan kedatangan Dirjen diharapkan menjadi pendorong terhadap Kabupaten Sumedang sehingga mampu menjadi teladan serta percontohan dalam pengelolaan sampah tersebut.

Bupati juga berharap adanya pengelolaan sampah yang baik di Kabupaten Sumedang.

“Saya igin pengelolaan sampah di Kabupaten Sumedang dilakukan sebaik-baiknya. Saya juga berharap dinas terkait dan masyarakat paham dan mengetahui terkait dengan pengolaan sampah ini,” ujarnya.

Dikatakan Bupati lebih lanjut, di semua tingkat pendidikan para siswa diberikan pemahaman tentang sampah.

“Dimulai dari diri mereka sendiri dengan menyediakan tempat sampah organik dan non organik di sekolahnya,” tutur Bupati

Terkait Bank Sampah, bupati menyebutkan bahwa rencananya akan dikelola oleh TP PKK Kecamatan.

“Kami akan berikan edukasi dan sosialisasi terkait Bank Sampah kepada PKK Kecamatan. Akan dibuatkan tempat khusus di RT dan RW desa untuk mengumpulkan sampah yang nantinya akan dijadikan Bank Sampah,” imbuhnya.

Terkait dengan rencana yang akan dilaksanakan pada 19 September 2020 nanti, ia akan mengkolaborasikan dengan kegiatan Jumat Bersih dalam rangka menumbuhkan kesadaran bersama  .

“Saya juga meminta agar DLHK mampu memperbaiki TPA yang lama sebelum TPA Cijeruk mulai beroperasi pada Tahun 2021. Semua ini tenyunya dengan harapan Kabupaten Sumedang kembali dijuluki sebagai Kota Buludru yang bersih dan hijau,” pungkasnya.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup juga akan menindaklanjuti terkait dengan bantuan berupa Rumah Kompos atau PDU (Pusat Daur Ulang) dan Kendaraan berupa Motor roda 3 untuk penarik sampah.

Pewarta : Y. Rusmana

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here