Komisioner KPID Jateng : “Saring Sebelum Sharing” Penting Dalam Penyebaran Berita

0
9
Ketua DPRD Kota Semarang , H. Supriyadi,S.Sos. MA saat menjelaskan berita hoax dalam Bincang santai di Aula Kelurahan Rejosari, Semarang Rabu,20/3/2109 Foto: M. taufik

Semarang, SMI.-

Maraknya hoax yang sering menyebar di masyarakat, membuat banyak kalangan prihatin. Masyarakat harus mewaspadai dan pandai memilah mana yang hoax dan mana berita yang nyata serta harus pandai menyikapi agar tidak terjadi kesalahan atau pahaman.

Ketua KPID Jateng, Setiawan Hendra Kelana mengatakan bahwa hoax dari sisi penyiaran adalah sesuatu yang sangat bebahaya, apalagi jika lembaga penyiaran ini seperti televisi ikut – ikutan menyebarkan.

“Memang didalam penyiaran kadang kadang televis secara tidak sengaja memberitakan sesuatu yang  tujuannya mengklarifikasi, tetapi sering televisi menyampaikan informasi yang sebenarnya itu adalah hoax, akhirnya masyarakat yang tidak paham dikira sesuatu yang benar” Katanya.

Setiawan menghimbau keapada lembaga penyiaran terutama televisi agar tidak terlalu sering menyiarkan berita yang berbau hoax. Hoax yang paling mudah menyebar melalui jejaring sosial. “Kami melalui berbagai lembaga penyiaran baik televisi maupaun radio selalu menghimbau kalau membuat iklan layanan masyarakat, agar masyarakat paham bahwa semua informasi yang beredar  melalui medsos itu masih dipertanyakan kebenarannya”.

Dengan adanya himbauan kepada masyarakat, nantinya mereka terliterasi untuk cerdas dalam bermedia, tidak hanya di dalam media penyiaran, tetapi juga di dalam media lain termasuk medsos.

“Jadi saring sebelum sharing ini penting sekali, jangan dapat informasi langsung share kemana mana, ini kan berbahaya, apalagi di negara kita sudah ada Undang – Undang ITE, masyarakat bisa terjebak karena mempercayai informasi tetapi belum tentu kebenarannya. Jadi masyarakat harus menyaring dulu sebelum menyebarkan, ‘Saring sebelum  sharing’.” Hal ini di sampaikan Setiawan Hendra Kelana saat menjadi salah satu narasumber pada Bincang Santai dengan tema ”Gotong Royong melawan hoax di tengah Masyarakat” di Aula Kelurahan Rejosari, jalan kridangga no 1 Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang, Rabu, (20/3/2019).

Sementara itu, Lurah Rejosari, Rahayuningsih.S.Sos. MM, menuturkan, untuk mengantisipasi hoax ditengah masyarakat sekarang ini, “Kita mempunyai partner RT, RW. LPMK serta tokoh masyarakat, dari pihak RT maupun RW untuk menginformasikan kepada warganya agar tidak begitu saja percaya dengan berita berita yang diterima baik lewat televise, media sosial, HP maupun internet” Katanya.

Menurutnya banyak masyarakat sekarang ini yang memegang HP, karena kurang pemahaman, akhirnya dengan berita – berita yang sering mereka terima baik lewat HP maupun televisi tidak tahu kebenarannya. “Oleh karena itu kami bersama RT, RW sepakat tidak begitu saja menerima berita – berita begitu saja yang tidak jelas” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Semarang, H. Supriyadi, S.Sos.MA, mengatakan, dalam menangkal hoax tidak harus datanggungkan pemerintah atau stakeholder, yang terpenting adalah para orang tua mendampingi anak anaknya atau putra putrinya di rumah, serta guru – guru juga penting berperan terhadap anak didiknya, karena bisa juga guru sendiri terkena hoax di sampaikan keoada siswa – siswinya ini malah merepotkan, karena tidak mengklarifikasi dulu asal ngeshare.

“Dengan maraknya hoax, ujaran kebencian harus kita lawan bersama sama, tidak hanya pemerintah atau stakeholder saja tetapi semua bersama sama untuk memerangi hoax. Dengan moment tersebut bisa kita sosialisasikan ke pemerintah dengan anggaran yang cukup untuk memberikan bantuan dengan mengadakan pelatihan – pelatihan dan juga pendidikan terkait dengan pendidikan kewarganegaraan, pendidikan ideologi pancasila, ini harus digiatkan lagi jangan sampai berita hoax menguasai bangsa kita  ini,” pungkasnya,  ** M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here