Kepala Desa Sukalilah Diduga Selewengkan Dana Desa

0
2705

Garut, SMI.- Dugaan Penyelewengan Dana Desa yang dilakukan Kepala Desa Sukalilah Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Yudi terus mencuat. Perwakilan Warga yang tergabung dalam “Masyarakat Peduli” berharap agar Kejaksaan negeri Garut segera melakukan pemeriksaan terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.

Perwakilan Peduli Masyarakat Sukalilah Herry, mengaku menemukan kejanggalan dalam penerapan anggaran yang tidak sesuai dengan spek.

Dia berharap, Kejaksaan dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, bukan persoalan nilai tapi diduga dalam kasus itu sudah ada pelanggaran tindak pidana.

“Kami akan terus kawal dan tidak ada rekonsiliasi. Kami berharap kejaksaan mengusut tuntas dan menegakan keadilan dan kebenaran,” ujarnya.

Dugaan tidak penyelewengan ini mencuat karena tidak adanya transparansi anggaran, Untuk kegiatan pembangunan infrastruktur dituding tidak pernah memakai papan informasi proyek. Sehingga warga tidak mengetahui seberapa besar dana yang digunakan dan sumber dana dari mana.

Selain itu, diduga adanya beberapa pelanggaran dari penerapan anggaran hanya sebatas menutupi, sepertihalnya pembangunan lapangan bola Voly dan TPT di Kampung Lebakhuni yang menggunakan dana IP sebesar Rp.100 juta digunakan untuk TPT dengan ukuran Tinggi 1,50 meter  dan panjang 30 meter, dengan perhitungan kubikasi dikurangi.

Sudah jelas dari pihak pemerintahan Desa ketika dikonfirmasi membenarkan untuk TPT ada pengurangan kubikasi, serta tidak menggunakan papan pengerjaan, begitu pula penerapan  lapangan Volly dari dana Desa Sebesar Rp.148 Juta Rupiah dilaksanakan hanya menggelarkan batu koral, penggunaan jenis semen tidak menggunakan standar, dengan merk semen Merah putih, kekuatan hanya beberapa Minggu mengakibatkan Retak-retak.

Sekdes dan TPK Desa Sukalilah, Epi dan Herry membenarkan  adanya tudingan penyelewengan serta tidak transparan dalam pengelolaan dana desa. Dia malah menyayangkan adanya sejumlah perwakilan yang mengklaim warganya melaporkan dirinya ke Forum Wartawan.

“Masalah laporan itu hak prerogatif mereka, dan saya tidak melarang. Namun semestinya, kalau mereka beritikad baik untuk ikut membangun desa apalagi mengklaim sebagai warga Desa Sukalilah, padahal itu tidak benar. Seharusnya koordinasi dengan kita. Tapi saya lihat mereka tak punya itikad baik,” cetusnya.

Ditambahkan, setiap dana termasuk kegiatan selalu dipampangnya lewat baliho berukuran besar di depan kantornya. Jadi, terkait tudingan tidak transparan, warga mengaku aneh.

Pewarta : Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here