Kementerian PPN/Bappenas : IDF 2019 Menciptakan Peluang Kerja Inklusif

0
11
Dari kiri : Staf Ahli BidangbPemerataan dan Kewilayahan Bappenas, Oktoroaldi no 7 dari kiri dia damping Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Ari Wibowo no 9 dari kiri. Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.-

Indonesia Development Forum (IDF) adalah Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan dukungan dari Pemerintah Australia melalui Knowledge  Sector Initiative (KSI) sejak pertama kali diadakan pada tahun 2017. IDF mempertemukam para Pemimpin dari Pemerintah, sektor swasta, Akademisi serta masyarakat sipil untuk membahas solusi tantang utama Pembangunan Indonesia.

Sebagai rangkaian pelaksanaan Indonesia Development Forum (IDF) 2019, Kementerian PPN/ Bappenas  menyelenggarakan kegiatan road to IDF 2019 yang bertujuan untuk menjaring ide dan gagasan terkait tantangan pembangunan Indonesia utamanya dalam kerangka tdema IDF 2019,  “Mission Possible, Memanfaatkan Peluang Dalam Pekerjaan Masa Depan Untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif “.

Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Kementerian PPN/ Bappenas, Drs. Oktorialdi Mengatakan, Sebagai pusat bisnis yang prospektif di Wilayah Jawa Tengah, harus terus meningkatkan kualitas dan produktifitas Sumber daya manusia (SDM) .

“Kami sepakat bahwa pendidikan adalah salah satu amunisi utama untuk mempersiapkan para pekerja masa depan utamanya menghadapi Revolusi Industri 4.0,  Reformasi system pendidikan vokasi, dalam hal pengembangan Sumber Daya manusia. Perlu dijadikan salah satu prioritas utama ,”Ucap Oktorialdi saat memberikan sambutan dalam Diskusi di Semarang dengan pokok bahasan Bappenas gali gagasan kejar peluang kerja masa depan dan pertumbuhan inklusif, yang digelar di Hotel PO jalan Pemuda no 118 Semarang, Kamis, (21/3/2019).

Lanjut, Oktorialdi, Road to IDF melibatkan Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, Ormas, Akademisi, Perguruan Tinggi dan mitra pembangunan untuk membahas 4 sub tema pilihan yaitu : 1. Percepatan Transformasi Struktural  2. Reformasi system pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET) untuk pekerjaan masa depan, 3. Penciptaan peluang kerja yang Inklusif dan 4. Pembinaan para pelaku usaha sosial,”

Selain di Semarang, road to IDF 2019  juga telah diadakan di Batam pada bulan Februari 2019 dan selanjutnya akan diselenggarakan di Balikpapan dan Sorong pada bulan april 2019 mendatang. Dalam sesi khusus  IDF 2019 akan diselenggarakan pada 22 – 23 juli 2019 di Jakarta Conventional Center (JCC).

Kepala Bappeda Jateng Parasetyo Ari Wibowo, saat memberikan keterangan seputer IDF 2019 kepada awak media di Hotel PO Semarang, Kamis, 21/3/2019, Foto : M. Taufik

Sementara itu, Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Ari Wibowo, mengatakan bahwa bagimana perluasan kesempatan kerja dan penurunan kemiskinan ini konteksnya 2 hal “Menurut saya harus kita perangi. Jawa Tengah mepunyai PR 7 atau 8, diantaranya aspek peningkatan kompetensi, perluasan kesempatan kerja. Bapak Gubernur Jateng juga mengintroduksi Sekolah tanpa sekat, artinya pendidikan kita tidak hanya menekankan aspek formal tapi juga non formal, bagaimana membangun hubungan dengan industry. Saya ambilkan contoh di Boyolali Pans Brothers membutuhkan tenaga kerja sampai 12.000 orang. Namun, yang tercukupi hanya sekitar 7000 – 8000 tenaga kerja saja  masih belum tercukupi sekitar 4000 pekerja, nah kenapa ? karena kompetensi untuk bisa dipenuhi itu belum siap di boyolali, kalau dari daerah lain masuk kan juga problem termasuk mereka harus kost dan sebagainya. Jadi banyak persoalan.,”tutur Ari

Ari Wibowo menambahkan, selain sekolah tanpa sekat, yang ditanggulangi diantaranya ketahanan pangan, energy, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, kesehatan, Rumah Sakit tanpa dinding, artinya bagaimana membangun gerakan promotif kesehatan masyarakat, banyak program yang didorong untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. ** M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here