Kejati Jawa Tengah Selamatkan 8 Miliar Uang Negara

0
18

SEMARANG, (SMI).-

Dalam setahun ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah berhasil menyelamatkan lebih dari Delapan Miliar uang Negara dari sejumlah kasus korupsi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng, Sadiman usai upacara peringatan HUT ke 58 Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) di Kantor Kejati Jateng, Senin (23/7).

Menurutnya, selama satu tahun ini pihaknya telah berhasil menangani sebanyak 36 kasus korupsi. Dari total tersebut, 18 kasus diantaranya sudah masuk dalam tahap penuntutan. Dari sejumlah kasus korupsi tersebut, pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara sejumlah Rp 8 miliar lebih.

“Rinciannya yakni eksekusi dari denda perkara sebesar Rp. 1,068 miliar, sedang dari biaya perkara yang sudah diputus pengadilan sebesar Rp 97 juta. Sementara uang pengganti kerugian negara yang sudah berhasil dieksekusi sebesar Rp.7,141 miliar,” ungkap Sadiman.

Sadiman menambahkan, pihaknya juga fokus dalam upaya pencegahan kerugian Negara melalui berbagai program, termasuk Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), bahkan pihaknya juga sedang mendampingi sejumlah proyek pekerjaan pemerintah daerah di Jawa Tengah.

Ada 32 instansi yang meminta pendampingan dengan total nilai proyek Rp. 6 triliun, lanjut Sadiman. Menurutnya, Kejati Jateng akan terus melakukan pendampingan agar tidak ada penyalahgunaan anggaran dalam proyek-proyek tersebut.

“Selain tindak pidana khusus kasus korupsi, kami tengah menyidangkan kasus-kasus lain,  seperti kasus Bea dan Cukai dengan 14 perkara, kasus pengemplengan pajak satu perkara, dan kasus lainnya,” imbuh Sadiman.

Namun yang cukup besar adalah dalam penanganan kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Solo yang sudah masuk tahap penuntutan. “Kami tuntut pelakunya 14 tahun penjara,” tegasnya.

“Selain itu, kami juga telah melakukan penangkapan sejumlah buronan Negara yang hingga sekarang sudah ada 10 buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang berhasil kami tangkap,” pungkasnya.**Tomo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here