Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pelaku Koperasi dan UKM, Wakil Walikota Menghimbau Koperasi Jangan Hanya Sebatas Simpan Pinjam

0
4

Banjar, SMInews.com Dinas koperasi, UKM dan perdagangan kota Banjar hari ini menggelar kegiatan peningkatan kapasitas SDM pelaku koperasi dan UKM di aula RM Citra, Rabu (29/7).

Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sesuai temanya, kegiatan ini sangat penting dilakukan. Koperasi sebagai motor penggerak perekonomian di kota Banjar, harus didukung dengan sumber daya manusianya yang berkualitas.

“Koperasi harus punya target untuk kesejahteraan bagi anggota maupun yang bukan anggotanya sekalipun. Pelaku koperasi dan UKM harus berani merombak mindset dalam menjalankan usahanya” ujarnya.

“Kota Banjar terdapat 81 koperasi dan yang aktif 50, sementara yang memiliki RAT hanya 27. Tidak ada setengahnya dari koperasi yang ada. Koperasi bukan sekedar menyerap anggaran saja. Tapi bagaimana koperasi itu bisa bergerak karena rohnya adalah gotong royong dan iuran anggota. Untuk itu, koperasi jangan terjebak pada kegiatan simpan pinjam apalagi yang lebih banyak peminjamnya daripada yang menyimpan, tidak akan berkembang” tambahnya.

Wakil walikota yang didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan perdagangan juga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu solusi untuk meningkatkan SDM pelaku koperasi. Bagaimana koperasi melakukan RAT agar terealisasinya tujuan koperasi.

“Saya meyakini, kalau koperasi sudah keluar dari simpan pinjam didorong melek IT sebagai faktor pendukung disektor pemasarannya maka koperasi bisa bersaing dengan badan-badan usaha lainnya” ujarnya.

Wakil walikota dalam akhir sambutannya juga mengarahkan agar UKM memanfaatkan sektor pariwisata, yang telah dibuka untuk memasarkan produk-produknya sebagai magnet untuk menarik pengunjung, yang nantinya juga dapat merangsang peningkatan pula daya beli masyarakat.

“Sektor pariwisata bukan tujuan akhir karena tujuannya untuk menarik minat masyarakat luar agar datang ke kota Banjar, setelah itu tugas berikutnya bagaimana UMKM memanfaatkan peluang agar bisa menarik pengunjung tersebut untuk membeli produk kita dengan menampilkan produk UMKM maupun kuliner yang menarik tanpa mengganggu penataan pariwisata agar tidak terlihat semrawut” pungkasnya.

Pewarta : Rie/Neng

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here