Kawasan Kota Lama Semarang Terdapat Sekitar 50 Bangunan Kuno Masih Berdiri Kokoh

0
6
Dari kiri: Moderator, Prast, Komisi C Ir. Wachid Nurmiyanto, Kabid Industri Pariwisata, Samsul Bachri Siregar, Wakil Dekan FIS Unnes, Prof.Dr. Wasino M.Hum, Foto : M. Taufik.

Semarang, SMI.- Kota Semarag memiliki sejumlah destinasi wisata bersejarah, diantaranya adalah Kota Lama dan Lawang Sewu. Dikawasan Kota Lama terdapat tempat bersejarah bergaya zaman kolonial yang menawan. Kawasan ini tampak terpisah dengan daerah sekitarnya ,sehingga terlihat seperti kota tersendiri dengan julukan “Little Netherland”.

Kawasan Kota Lama Semarang menjadi saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial yang terdapat sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh. Karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an . Kawasan ini makin mendapat perhatian dan perawatan pemerintah dengan proyek revitalisasinya.

Kehadiran semua pihak sangat dinantikan agar Kota Lama mendapat sentuhan lebih untuk menghidupkan kembali zona ruang “mati” menjadi hidup kembali. Kota Lama dapat di create menjadi tourist destination object yang menawan. Kepedulian semua pihak juga sangat diharapkan agar revitalisasi Kota Lama tidak terjebak menjadi bangunan kuno tanpa makna dan sekadar menjadi obyek swafoto/ selfie semata.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Ir. Wachid Nurmiyanto menuturkan bahwa bangunan bangunan kuno yang mempunyai peninggalan sejarah yang ada di Kota Lama Semarang pastinya seperti menyimpan sejarah menjadi saksi masa lalu di kota Semarang.

“Secara umum saya mengapresiasi pada pemkot semarang karena kalau kita lihat dulu, kayak apa Kota Lama, pernah rob, pernah banjir bahkan jalannya becek tergenang air, sekarang sedikit demi sedikit diperbaiki dan akhirnya pada kondisi sekarang ini sudah menunjukkan jatidiri sebagai tempat wisata sekaligus mulai  mendatangkan pendapatan untuk Kota semarang,” ucapnya.

Menurutnya tentu tidak berhenti sampai disini, “Kita dorong terus Pemkot Semarang dan tentu kita juga menampung, menunggu masukan dari masyarakat bagaimana agar Kota Lama tidak menjadi Kota yang berdiri sendiri, tapi nanti bisa menyambung ke daerah daerah sekitar sehingga kota yang berdiri sendiri tidak betul betul little tapi agak besar,” ujarnya

“Kami mendorong agar destisnasi Kota Lama itu seperti Masjid Kauman, Alun alun pasar johar itu menjadi satu kesatuan pada zaman kolonial dulu. Sekarang kita mungkin masih mempercantik, membenahi khusus Kota Lama dan di sekitar depan Stasiun Tawang. Ke depannya kami berharap Pemkot Semarang konsentrasi serius melakukan revitalisasi alun alun kalau perlu kita hidupkan kembali seperti keadaan dulu.Kalau mau memunculkan kembali, mengembalikan sejarah ke jaman dulu. Lanjutnya, kalau kita bicara bangunan lama tidak hanya terpusat pada Kota Lama saja tetapi ada beberapa bangunan lama yang terpisah tempat yang berada di Koata Semarang,” pungkasnya. Saat menjadi salah satu nara sumber dialog bersama DPRD Kota Semarang dengan tema “ Wisata Sejarah di Semarang” yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Resto Hotel Plaza jalan Setiabudi No 101 – 103 Kota Semarang, Senin ( 9/12/2019 ).

Sementara itu, Kabid Industri Pariwisata Kota Semarang, Syamsul Bahri Siregar mengungkapkan bahwa Kota smarang ditetapkan sebagai destinasi pariwisata nasional dan destinasi pariwisata provinsi yang di tunjuk Kementerian Pariwisata mau tidak  mau pemkot Semarang harus berbenah un tuk menjadi tujuan pariwisata.

Menurutnya, Pemkot Semarang telah menetapkan perda no 5 tahun 2015 tentang Diperkot Pariwisata Kota Semarang, disitu sudah di munculkan beberapa item yang menjadi kawasan kota salah satunya Kota Lama sebagai tujuan pariwisata dan Lawang Sewu itu sejarahnya.

“Untuk mendukungnya supaya tidak lepas dari sejarah kuno lainnya seperti  adanya Kampung Layur, Kampung, Kampung Kauman, kampung Batik, Kampung Pecinan, kenapa Kota Lama dan Lawang Sewu menjadi tujuan salah satu primadona pariwisata. Karena anuitasnya seperti hotel banyak.  Kota Lama sudah di revitalisasi 2 tahun , artinya Kota Lama sudah 99 persen sudah bagus. Kota Lama sekarang pengunjungnya banyak sekali  apalagi pada  hari jumat dan sabtu,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan FIS Unnes Prof, Dr. Wasino, M.Hum mengatakan Kota Semarang sudah mengalami perubahan yang luar biasa,. “Untuk pengelolaan cagar budaya, kota lama dan kota kota yang lain kalau kita bicara semarang sebenarnya sebelum ada kota lama itu sudah ada kota yaitu kanjengan sebetulnya sudah di riset lama sebelum kota lama . Kita sudah mempunyai kota , kabupaten bernuansa muslim dan kota itu sangat multi cultural sebelum datangnya VOC ,” ujarnya.

Menurutnya, pada masa VOC kota Kanjengan itu tetap hidup berdampingan dengan kota lama yang di sebut little netherland, dan sekarang Kota Lama dibandingkan  dengan 5-7 tahun yang lalu itu sudah berubah luar biasa kita harus apresiasi Pemkot Semarang.

“Yang lebih penting dalam pengelolaan pariwisata Kota Semarang itu berkaian dengan peninggalan sejarah fisiknya, tapi yang belum dilakukan itu deskripsi, pembuatan deskripsi terhadap kota lama itu, bangunan bangunan yang ada di kota lama itu, deskriosinya bisa di buat tulis bisa juga dibuat verbal, di visualisasikan sehingga bisa dikenal orang banyak,” pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here