Kasdim 0611 Garut Kampanye Kreatif, Berikan Motivasi Peserta Didik SMAN 3 Garut masuk TNI

0
21

Garut, SMInews.com Kasdim 0611/Garut, Mayor inf Hamzah Budi Susanto melalukan kampanye kreatif penerimaan calon prajurit TNI AD didik di SMA Negeri 3 Garut untuk masuk TNI, Senin, (2/3).

Kampanye Kreatif, ini dilakukan untuk memotivasi dan mendorong minat para para peserta didik untuk megikuti tes seleksi akademis TNI diantaranya; Tamtama (Prajurit), Bintara (Sersan),  Perwira dibagi 3 katagori ; Akmil jenjang umum, PAPK perwira yang memiliki background kependidikan, dan yang satunya dari SCAPA (Bintara yang melanjutkan sekolah kejenjang Perwira).

Pada kesempatan tersebut, Kasdim Garut Mayor Hamzah Budi Susanto melaksanakan  upacara bendera sebagai inspektur upacara. Konon, Kasdim 0611/Garut juga sebagai lulusan almamater SMAN Cibatu/Garut, Angkatan tahun 97.

Pentingnya pengarahan kreatif dan motivasi tersebut untuk menambah wawasan serta pengetahuan kepada para peserta didik SMA Negeri di wilayah Kabupaten Garut. Dengan demikian, hal tersebut bisa untuk dijadikan pedoman, serta gambaran bagi siswa khususnya kelas XII bila berminat untuk mengikuti tes masuk Akademi Militer/TNI.

“Sebagai generasi penerus bangsa, yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini, para pelajar harus mengukir prestasi semasa muda sebagai bekal masa depan, siapkan diri kalian agar mampu bersaing ditengah persaingan global” Kasdim 0611/Garut, Mayor inf Hamzah Budi Susanto.

Sementara itu, Alumni SMAN 3 Garut yang meraih beasiswa S3 dari Malaysia yang juga Rektor UIN Dr. Yana Aditiya Gerhana mengatakan “ Kesuksesan sangat terbuka bila mau berusaha, Gelar’ S1,S2,dan S3 menunggu ketika mencoba, berusaha jangan berpikir  karena materi jadi hambatan. Secara Gentle terus terang, mahasiswinya jenjang S2,S3 telah menyebar ke negara Spanyol, Bulgaria,Inggris,bahkan ke negara Eropa, Amerika’ dengan modal mencoba mau belajar”.

Dia juga mengatakan, Telah dibuka  jenjang S1 di Negara Turki untuk lulusan SMA, apalagi Bidik misi UIN memfasilitasi anak-anak Tahfizh, bidik misi Biaya kuliah serta biaya hidup dibiayai pemerintah, asal mau  mencoba dan belajar.

“Pengguna kesalaran teknologi dari kasus-kasus teknologi seperti halnya Asusila, dimana kajian sosiologi teknologi halnya pengguna Game’online secara sosiologi  orang tersebut setengah Gila, kenapa demikian,dari dampak jauh melebihi Narkoba”Ungkapnya.

 

Pewarta : Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here