Karena Tidak Punya Biaya, Kanaya Terpaksa Dibawa Pulang dari Rumah Sakit

0
41

Garut, SMI.- Kanaya anak yang tersiram minyak panas terpaksa dibawa pulang dari RSU Guntur Karena keterbatasan Biaya. Padahal, menurut dokter Kanaya harus diwarat di rumah sakit selama 1 bulan.

“Karena keterbatasan dana, saya sengaja membawa pulang paksa mencabut anak saya dari RSU Guntur, karena tidak punya uang untuk tindakan  dioperasi lagi” Ungkap orang tua Kanaya, Rina Apriani.

Menurut Rina, dirinya terpaksa membawa pulang Kanaya karena kehabisan biaya, selama satu minggu dirawat dia sudah menghabiskan tujuh juta rupiah, itu juga bantuan dari Pemerintah Desa Sukamulya dan hasil meminjam dari saudara dan tetangga.

Jika dirawat lebih lama dirumah sakit, Rina khawatir tidak bisa lagi membayar biaya perawatan, apalagi dia korban PHK.

Kanaya tersiram minyak panas sekitar dua minggu yang lalu, ketika sedang membeli tahu goreng. Akibat kejadian itu, Pinggang, perut dan kaki kanan Kanaya mengalami luka yang cukup serius.

Kepala Desa Sukamulya Jono memberikan santunan kepada orang tua korban untuk menambah biaya. Dengan harapan Dana Batuan yang diberikan bisa meringankan biaya pengobatan karena tidak memiliki Kartu Indonesia sehat (KIS).

“Anak korban tersiram minyak sayur tinggal bersama kedua orang tuanya di kampung sukarendah Rt. 01/04, Desa sukamulya kecamatan pangatikan,Kabupaten Garut” Ungkap Kades.

Orang tua Kanaya mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Sukamulya, yang telah membantu serta mengurangi beban, “Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Kepala Desa Sukamulya yang telah memberi bantuan biaya untuk berobat jalan hingga saat ini”.

Anggota BPD Desa Sukamulya dirumah orang tua korban menjelaskan, Kanaya ini cucu dari Ustadz Mumuh Supiana ketua DKM mesjid Nurul-Iksan. Dia menyayangkan kepada pihak warung yang tidak ada kontribusi biaya terhadap keluarga korban. Seharusnya ada sumbangsih secara kemanusiaan dan persaudaraan.

Dia berharap kepada pihak pemerintah daerah Kabupaten Garut, Dinas sosial maupun baznas, dapat memberikan bantuan.

Kasie pelayanan umum Desa sukamulya Ustadz Rustandi, beserta ayah korban berusaha mohon bantuan ke Baznas Kabupaten Garut. Sesuai arahan prosedur staff Lapad Ruhama untuk memohon biaya untuk berobat jalan ke pihak baznas.

“Alhamdulillah semua persyaratan telah kami tempuh sesuai prosedur bahkan berkas pun sudah diterima, tinggal ada Realilsasi. menurut pihak Baznas nanti 10 hari kerja dari sejak penyerahan berkas akan diberikan informasi”pungkasnya.

Pewarta : Ayi Ahmad

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here