Kapolda Jateng : Kita Perlu Viralkan Agar Masyarakat Tahu

0
38

Semarang, SMI.-

Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Condro Kirono menyampaikan bahwa fungsi Regident Ranmor sangat penting dan strategis. “Registrasi dan identifikasi berfungsi sebagai bukti kepemilikan warga masyarakat khususnya untuk keabsahan dalam kepemilikan terhadap kendaraan bermotor tapi juga keabsahaan masyarakat untuk mengoprasionalkan kendaraan di jalan,” jelas Condro saat membuka Focus Group discussion (FGD) di Hotel Patra Jasa Semarang yang mengambil tema “Fungsi Registrasi Identifikasi Ranmor Dalam Road Safety dan Penegakan Hukum”.

Dijelaskan Condro, Saat ini  banyak sekali persoalan yang menjabarkan persoalan UU  lalu lintas yang di viralkan yang membuat masyarakat bingung dan mengikuti, yang mengakibatkan masyarakat melawan petugas saat ada pemeriksaan keendaraan di jalan.

Karena disampaikan bahwa Polri tidak punya wewenang untuk menindak terkait keterlambatan pembayaran pajak bermotor di jalan.

“Ada memang kemarin yang di praperadilankan kita terkait penindakan itu, yaitu petugas yang menilang pengendara yang pajak STNK nya mati. Tetapi alhamdulilah kita di menangkan oleh pengadilan, dan ini perlu kita viralkan agar masyarakat tahu”, tambah Kapolda Jateng.

Condro berharap dengan FGD seperti ini nanti para narasumber bisa menjelaskan terkait bahwa pengendara bermotor harus mengesahkan pajaknya setiap tahun untuk menghindari berurusan dengan petugas.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan jika fungsi regident juga sebagai forensik kepolisian untuk menyimpan data untuk bisa mengungkap beberapa kejadian yang terkait dengan penggunaan kendaraan bermotor.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan jika ketaatan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor nantinya akan kembali ke masyarakat, karena untuk membangun jalan-jalan dan fasilitas biar lebih bagus.

Dibutuhkan optimaslisasi dan inovasi untuk bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat mau membayar pajak kendaraan. “Beberapa cara sudah kita coba mulai dari door to door, memang berhasil tetapi tertalu konvensional, “, ungkap Ganjar.

Aplikasi Sakpole yang diluncurkan Polda Jateng itu bagus dan perlu ada inovasi-inovasi lagi yang memudahkan masyarakat dan mau membayar pajak kendaraan. “Obyek yang nunggak pajak itu sampai 3 juta obyek pajak, nah bagaimana cara kita bisa menyadarkan masyarakat iniagar mau membayar pajak kendaraan”, Pungkasnya. **Tomo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here