Jokowi Harap ibu-ibu segera ‘Lulus’ dari Program PNM Mekaar

0
8

Garut, SMI.-

Presiden Joko Widodo berharap ibu-ibu penerima bantuan modal usaha dari Pemodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) segera lulus dari program tersebut.

Lulus artinya usaha ibu-ibu penerima PNM Mekaar berkembang, omzetnya naik. Jika ibu-ibu warga kecamatan Cibatu tersebut tidak lagi masuk ke kategori penerima PNM karena kapasitas ekonominya sudah besar.

“Saya berharap satu atau dua tahun lagi, usaha ibu-ibu sudah berkembang. Yang tadinya dia punya satu meja, jadi lima atau pindah ke toko usahanya,” ujar Jokowi saat meninjau ibu-ibu penerima PNM Mekaar di Kecamatan Cibatu, kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/01/2019).

Presiden Jokowi memberikan sejumlah tips agar kapasitas ekonomi ibu-ibu itu bisa semakin berkembang.

Pertama, ibu-ibu penerima PNM Mekaar harus disiplin dalam mengelola modal. Uang modal tidak boleh digunakan untuk kepentingan di luar bisnis. Uang modal harus seluruhnya dipakai untuk kepentingan usaha.

“Dapat bantuan Rp 4 juta, Rp 2 juta dibelikan variatif. Hati-hati, jangan sampai menyalahgunakan tidak mampaat. Berbagai macem-macem dibeli dari hasil keuntungan usaha, boleh. Tapi bukan dari pokok pinjaman,” ujar Jokowi.

Kedua, ibu-ibu harus rajin menabung. Sisihkan sebagian keuntungan untuk ditabung, bukan hanya untuk diputar kembali untuk membeli bahan baku.

Satu hari untung Rp 100.000, tabung sebagian. Dapat Rp 150.000, tabung sedikit. PNM ini kan setiap minggu cicilannya Rp 90.000, kecil kan. Harus bisa ditabung untuk mengembangkan usaha lainnya,ujar Jokowi.

PNM sendiri merupakan program pemerintah yang digulirkan semenjak tahun 2015. Jumlah ibu-ibu prasejahtera yang disasar program ini adalah sebanyak 5 juta untuk target kabupaten Garut provinsi Jawa barat. **Ayi Ahmad

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here