Isteri Gubernur Jabar Bersama Tim Rechecking Nominasi 5 Lomba Kunjungi Desa Sukalilah Garut

0
48

GARUT, SMI.-

Isteri Wakil Gubernur Jawa Barat, Hj. Lina Marlina dan tim Rechecking Nominasi 5 Lomba kunjungi Desa  Sukalilah Desa Sukalilah Kecamatan Cibatu kabupaten Garut dalam progres Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK  Tingkat Jawa Barat. Jum’at (2/11/2018).

Kegiatan dihadiri pejabat Forkompimda Garut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Garut dr. Hani Setiani, Wakil Bupati Garut, para Kepala Desa, Ketua BPD, LPPMD, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta tamu undangan lain.

Ketua HKG PKK Kecamatan Cibatu, Epon Sutijah S.Pd. mengatakan bahwa pencanangan BBGRM disatukan dengan HKG PKK dengan tema “Team Recheking 5 Lomba, Gotong Royong Kembangkan Inovasi provinsi Jawa barat dan Lanjutkan Inovasi Gotong Royong dalam Bangga Membangun Desa”.

Dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotong royongan dalam keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berdasarkan rasa kebersamaan, dan keanekaragaman menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong. Kegiatan ini diselenggarakan Sesuai dengan Permendagri 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa.

“Dikabupaten Garut telah dilaksanakan evaluasi perkembangan Desa. Dalam program HKG PKK dan BBGRM tahun 2018, juara dengan raihan desa  terbaik tingkat Kabupaten Garut di Canangkan Desa Sukalilah. Sedangkan untuk evaluasi perkembangan di 42 Kecamatan, 402 Desa di Kabupaten Garut perolehan yang terbaik adalah Desa Sukalilah kecamatan Cibatu dan menjadi Perwakilan kabupaten Garut” Katanya.

Pada pelaksanaan BBGRM dan HKG PKK ini juga digelar pameran produk-produk unggulan, untuk dapat menopang  Stand cheking Wakil Gubernur Jawa Barat dalam HKG PKK 5 Lomba. Berbagai produk UMKM ditampilkan dalam kegiatan tersebut, seperti makanan Sunda, Gatot, dafros, grinang, dan lainnya, serta memamerkan produk kerajinan, tumbuh Toga, sayuran  dan lain-lain.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Penggerak PKK Kabupaten Garut, dr. Heni mengatakan, bahwa  keluarga dan lingkungan harus dapat menjadi benteng utama dan pertama bagi terciptanya kondusifitas. Untuk itu  perlu akselerasi atau percepatan program yang didasarkan pada kenyataan bahwa selama pelaksanaan 10 program pokok PKK cenderung normatif bahkan merupakan rutinitas.

“Padahal perkembangan program masyarakat maupun program pemerintah pada dewasa ini, berkembang begitu pesat dan sangat bervariasi”Katanya.

Dihadapkan pada kenyataan seperti itu, Ketua TP PKK berharap agar kita tidak terbelenggu pada rutinitas program, sehingga tidak pernah beranjak progresnya. Untuk itu pihaknya mendorong setiap daerah agar senantiasa berinovasi mengembangkan kreatifitas program sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan upaya memberdayakan dan memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal, serta membangkitkan semangat gotong royong dan keswadayaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Garut” Pungkasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Sukalilah, Yudi. Menurut dia, kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan, melestarikan dan mengembangkan budaya gotong royong yang merupakan nilai luhur yang telah tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan,

Dia berharap, dengan adanya Dasa Wisma dapat dikabulkan untuk anggarannya, seperti hal PKK, maupun kader (posyandu). **Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here