Inspirasi Kisah Sopir Ambulans

0
33

Penulis : SS Munawir

Kebutuhan angkutan manusia dan barang terus meningkat seiring jumlah populasi. Sehingga menumbuhkan berbagai ide para pengusaha untuk menciptakan Armada representatif yang  sesuai kebutuhan.

Salah satunya adalah pengadaan kendaraan ambulans yang  keberadaannya selalu dibutuhkan oleh warga baik untuk mengangkut orang sakit maupun membawa jenazah.

Di Kota Semarang banyak tersedia pelayanan ambulans. Rumah sakit,  klinik, kepolisian,  kesatuan TNI,  lembaga pendidikan, kantor partai pollitik,  organisasi sosial nirlaba,  jamaah masjid,  bahkan yang  dikelola secara pribadi.

Zaman dahulu, makam kampung  sejauh apapun tetap ditempuh dengan berjalan kaki.   Akan tetapi saat ini,  meskipun lokasi pemakaman dekat,  tetap menggunakan ambulans.

Jadi tak heran bila keberadaan mobil ambulans dibutuhkan setiap saat untuk memenuhi keperluan warga.

Bahkan pemerintah kota Semarang menyediakan ambulans untuk kepentingan orang sakit yang  sangat darurat.  Semisal perawatan di rumah,  atau saat terjadi kecelakaan di jalan raya dengan menghubungi call centre  yang  disediakan.

Beberapa pengelola mobil ambulans hanya melayani pesanan drooping.  Hanya mengantar jenazah dari rumah sakit ke rumah duka,  atau dari rumah duka ke makam.

Tapi memang ada juga yang melayani jasa ambulans dengan sistem paket komplit, misalnya sekalian menguruskan pemakaman, termasuk menyediakan jasa komplit dari keperluan bunga, memandikan jenazah, sampai pengantaran ke makam.

Selain ambulans berbayar, juga ada yang dikelola oleh organisasi nirlaba. Semisal rumah zakat atau badan amil Zakat Nasional. Yang memyediakan jasa pelayanan masyarakat secara gratis dengan menghimpun dana dari masyarakat.

Kali ini tokoh kita adalah seorang  sopir ambulans yang telah belasan tahun malang melintang melayani masyarakat dengan armada ambulans yang dibawanya

Salah satunya adalah pak Warto (44), ayah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun ini boleh dikata sudah sangat kenyang menikmati asam garam sebagai sopir ambulans.

Kisah hidupnya sebenarnya datar-datar saja,  tak ada yang istimewa. Sebab semua dilakoninya dengan penuh tanggung jawab dan rasa ikhlas. Sebab Pak Warto memandang bahwa salah satu armada yang paling dibutuhkan saat ada kematian atau orang sakit hanyalah ambulans. Sebab ambulans bisa berlari mengejar waktu tanpa hambatan, dan perjalanannya akan dibantu kelancarannya sepanjang jalan.

Tercatat ia pernah mengantar jenazah sampai ke luar kota, Surabaya, Bandung, Jakarta, Ciamis, bahkan pernah sampai ke Lampung dan Pulau Bali.

Pak Warto mengisahkan bahwa menjadi sopir ambulans itu memang penuh risiko. Apalagi kalau sudah jauh-jauh mengantar jenazah, tapi alamat yang dituju tidak ketemu, padahal perjalanan jauh dan jenazah sudah terbujur kaku dalam waktu lama. Apalagi kalau jenazah yang ia antar bukan jenazah yang meninggal secara wajar, misalnya kecelakaan atau memiliki penyakit dalam, pasti akan sedikit menyulitkan.

Memang saat diberangkatkan, jenazah sudah dimandikan, akan tetapi terkadang dalam perjalanan jauh, jenazah mengalami proses pembengkakan alamiah. Sehingga terkadang mengucurkan cairan dari seluruh lobang tubuh, dan menimbulkan bau anyir tak tertahankan.

Memang pernah sekali waktu, pak Warto dimintai bantuan untuk mengangkut korban kecelakaan, karena kebetulan ambulans yang biasanya mengiringi polisi sedang berada di tempat lain, sehingga ambulans yang dibawa pak Warto penuh dengan bercak darah bahkan sisa-sisa remahan tubuh manusia yang tercecer.

Saat ditemui awak media, pak Warto memang sedang mengantarkan jenazah di daerah Banowati Semarang. Sepanjang jalan ia bercerita akan suka duka kehidupannya sebagai sopir.

Mengawali hidupnya sebagai sopir truk di sebuah perusahaan ekspedisi. Hal ini dilakukannya karena keahliannya hanya mengemudikan kendaraan, sementara ketrampilan yang lain ia tak punya.

Bahkan Pak Warto  mengisahkan saat menjadi sopir truk pernah dicegat begal di jalan lintas Sumatera, dipalak preman di perjalanan, bahkan dicari-cari kesalahannya oleh petugas polisi yang menguntitnya. Padahal ia tidak melanggar, surat-surat lengkap bahkan  muatan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Tapi ya sudahlah mas, itu sekedar pengalaman yang akan saya ingat sampai saya tua nanti”, kata pak Warto seperti pasrah pada nasib.

Setelah menjadi sopir truk Pak Warto penah menjadi sopir boks sebuah perusahaan. Mengantarkan berbagai barang keperluan rumah tangga antar kota antar propinsi. Sehingga seringkali ia harus menginap di luar kota sampai beberapa hari.

Selepas menjadi sopir boks, pak Warto kembali mengadu nasib menjadi sopir angkot di kota Semarang. Pendapatannya hanya pas-pasan cukup untuk setoran dan membeli bensin, dan terkadang saat pulang ke rumah hanya membawa uang beberapa puluh ribu, hingga membuat istrinya cemberut karena kebutuhan hidupnya tidak tercukupi.

Lalu di tahun 2007, saat ambulans gratis yang disediakan berbagai organisasi nirlaba ada di Semarang, ia mencoba melamar sebagai sopir ambulans. Waktu itu Rumah Zakat yang kantornya ada di jalan Lamper memang sedang membutuhkan tenaga sopir ambulans. Dan saat mendaftar ia langsung dierima. Dan sejak itulah pak Warto mulai merasakan  suka dukanya sebagai sopir ambulans.

Bahkan di Rumah Zakat, Pak Warto ditunjuk oleh pimpinan untuk melatih para sopir yang baru masuk. Hingga  Rumah Zakat berkembang dan memiliki gedung sendiri di jalan Rambutan Semarang.

Pak Warto mengisahkan bahwa sudah beberapa tahun terakhir ini, ia bergabung di BAZNAS kota Semarang. Badan Amil Zakat Nasional memang juga menyediakan layanan sosial berupa pengantaran orang sakit dan pengantaran jenazah.

Dua mobil ambulans yang pak Warto pegang, dan keduanya adalah mobil ambulans menyediakan pelayanan lengkap  yang  berkaitan  dengan pelayanan pengantaran pasien dan jenazah, Tanpa memandang suku,  ras,  agama,  dan proses akhir  dari  sebuah kejadian  kematian.

Saat ditanya berapa gaji sopir ambulans?

Pak Warto hanya tersenyum.

“Insya Allah cukup mas”, jawabnya seakan merendah.

Ia menyatakan bahwa pekerjaannya sebagai sopir ambulans dijalani dengan rasa senang karena bisa membantu sesama.  Memang pada dasarnya pengantaran jenasah untuk wilayah Semarang dengan menggunakan mobil ambulans Baznas tidak dipungut biaya.

Kecuali untuk pengantaran jenasah ke luar kota yang oleh kantor akan dihitung biaya perjalanan perkilometer sampai ke tempat tujuan.

Pak Warto juga menyatakan bahwa ia melayani pengantaran jenazah ke seluruh Indonesia menggunakan ambulans. Karena di ponselnya juga tersimpan ratusan nomor HP yang terhubung dengan para sopir ambulans yang ada di seluruh Indonesia.

Apalagi Baznas memang organisasi Nirlaba yang sifatnya Nasional, dan ada di seluruh Indonesia. +62 811-2772-118 adalah nomor yang bisa dihubungi bila anda membutuhkan ambulans.

Sirine ambulans mengaum, sepanjang jalan para pengguna menyisih, memberi jalan kepada ambulans. Sesekali tersendat karena melewati jalur padat. Tapi sirine ambulans tetap berbunyi agar ambulans segera sampai tujuan dan jenazah segera bisa dimakamkan .

Dan pak Warto  sudah sangat terbiasa dimintai bantuan dalam 24 jam sehari. Radio HT yang selalu terselip di bahunya terus berbunyi menyiarkan informasi dari kawan-kawan Bankom di Semarang yang terintegrasi dengan saluran kepolisian.

Memantau setiap detik kejadian di jalan, dan siap meluncur bila jasanya dibutuhkan ..

Selamat bertugas Pak Warto, semoga Allah selalu melindungimu di sepanjang perjalanan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here