Indramayu Raih Penghargaan Kabupaten Sehat, Saerih Sakit Bertahun – Tahun Tapi Belum Ada Perhatian

0
13

Indramayu SMI.-

Saerih (35) ibu muda beranak dua, warga Desa Bojongslawi Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu ini sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. Namun, karena keterbatasan ekonomi Saerih Terpaksa menjalani perawatan di rumah sepupunya.

Saerih menderita penyakit pada bagian perutnya. Menurut keterangan suaminya, Saerih pernah dirawat selama 11 hari di RSUD Indramayu, berdasarkan informasi dari dokter saat melakukan pengecekan di RSUD Indramayu, Saerih mengidap penyakit Liver.

Selama dirawat di RSUD tak kunjung sembuh, Suami Saerih memutuskan untuk memulangkan istrinya dari rumah sakit dan menjalani berobat jalan dirumah. Namun, setelah beberapa hari berobat jalan, perut saerih tak kunjung kempis, dan keluarga pun menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Suaminya pun mengamini anjuran keluarganya tersebut.

“Alhamdulillah setelah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara istri saya agak mendingan, Dalam artian hampir 50% sudah tidak merasakan sakit di perutnya” Katanya.

Saat menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara, Saerih di vonis mengalami gangguan pada jantung, dan pihak rumah sakit menyarankan untuk di periksa di Rumah Sakit specialis jantung.

“Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit Bhayangkara, saya membawa Saerih ke Rumah Sakit Jantung Hasna Medika yang beralamat di Jl. Raden Gilap, Palimanan, Cirebon” Tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Chaerul Achmad, So.JP (K), Pada tanggal 12 Oktober 2018, Menyebutkan bahwa Saerih mengalami penyakit muscle bridging mid atau Anatomi Pembuluh Darah Koroner Jantung.

Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika, Saerih dibawa pulang ke ruamah saudaranya, dan saat ini Saerih menjalani berobat jalan, dan dirawat oleh saudara sepupunya di Desa Ujungaris RT/RW. 09/03 Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu.

Saerih terpaksa dirawat di rumah sepupunya dengan alasan minimnya biaya untuk melakukan perawatan di rumah sakit. Disamping itu, di desa asalanya yakni Desa Bojongslawi Kec. Lohbener Kab. Indramayu tidak ada yang mengurusnya. Kepala Desa Bojongslawi yang baru pun menurutnya masih belum peka terhadap kondisinya (Saerih), Sedangkan kedua orang tua Saerih sudah lama meninggal, dan kakak kandung Saerih sendiri sedang bekeja di luar kota.

Pemkab Indramayu yang meraih penghargaan di Bidang Kesehatan yang menggandeng Forum Kabupaten Indramayu Sehat (FKIS) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Nomor:441.05/Kep.56C-Bappeda/2014. Saat itu Bupati yang masih dijabat oleh Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan dari pemerintah pusat.

Berdasarkan penghargaan tersebut, suami Saerih berharap pemerintah maupun dermawan ada yang mau membantu biaya pengobatan istrinya. “Mudah-mudahan pemerintah Indramayu mau pun swasta mau membantu meringankan beban saya, agar saya beserta anak Isteri bisa beraktifitas normal kembali” Harapnya.

Di tempat terpisah, Pemerintah Desa Ujungaris menjelaskan, selama Saerih tinggal di Desa tersebut pihaknya sudah berusaha membantu untuk meringankan bebannya. Melalui sekretaris Desa, Saat ditemui di kantor Desa Ujungaris, menerangkan bahwa ada warga yang bernama Saerih numpang perawatan di Rumah sepupunya.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, bahwa ada warga Desa Bojongslawi yang numpang nginap di rumah sepupunya, guna menjalankan rawat jalan, Meskipun Saerih bukan warga Ujungaris, Namun pihaknya tetap membantu meringankan bebannya” Jelas Sekdes Ujungaris.

Saat ini kondisi perut Saerih masih membesar, seperti sedang mengandung 9 bulan. Saerih hanya bisa duduk diam dan sesekali mersakan sakitnya di perutnya. Sedangkan suaminya sendiri bekerja serabutan, yang hanya buat makan sehari-hari saja terkadang masih kurang. **Imam

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here