HUT Ke 2 Ganaspati, Menyikapi Indikasi Arah Negara “Agak Bergeser Kekanan”

0
84
Ketua Umum Ganaspati Ratya Mahardika, T.K.,SH,SE,Ak,CA,CPA, BKP-B, saat memberikan sambutannya di Super Penyet Jalan Gajah Mada 87 Semarang, Sabtu (26/1/19) . Foto : M. Taufik

Semarang, SMI.-

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Nasionalis Patriot Indonesia  (Ganaspati) menggelar peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 2 di Super Penyet Jalan Gajahmada No. 87  Semarang, Sabtu (26/1/19), yang dihadiri oleh 100 kadernya. Ormas yang lahir 27 januari 2017 lalu, sekarang memasuki usia 2 tahun.

Ketua Umum Ganaspati, Ratya Mahardika dalam sambutannya, mengatakan bahwa siapapun yang berada didalam Ganaspati wajib memiliki mental dan watak terhadap Negara /Pemerintah, siapapun pemerintahannya. Hal tersebut tercantum didalam AD/ART Ganaspati. Oleh karena itulah status ganaspati adalah independen.

Ratya Mahardika juga menjelaskan, perbedaan Ganaspati dengan ormas lainya, jika merunut pada sejarah perjuangan  bangsa, yang berpijak pada Cita – Cita Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Ganaspati mewakili roh organisasi kebangsaan, Ganaspati menggunakan nama Nasionalis (Garda Nasionalis Patriot Indonesia), maka Nasionalisme Ganaspati adalah Nasionalis non agama.

“Sikap kritis yang dimiliki ganaspati adalah kritis terhadap pemerintah adalah hak semua warga Negara, dan lembaga lembaga apapun yang ada di Indonesia. Karena itu dijamin UUD 45, dan dilindungi Undang Undang. Kritik adalah merupakan sosial control dan politik control yang dimiliki oleh Ganaspati” Ucapnya.

Ucapan selamat dan sukses dari Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, SIK, foto : M. Taufik

Namun demikian, tambah Ratya Mahardika, walaupun Ganaspati bersifat kritis, akan tetapi tidak akan melakukan perebutan kekuasaan maupun pemberontakan bersenjata. Oleh karena itu, didalam AD/ART Ganaspati disebut pendukung pemerintahan yang sah. Komitmen Ganaspati tetap tunduk dan taat pada Pancasila, UUD 45 dan NKRI. Akan tetapi kader- kader diberi hak terjun ke dunia politik masuk ke legeslatif, yudikatif maupun eksekutif melalui saluran demokrasi yang diselenggarakan Negara, yaitu melalui pemilihan umum dan partai politik.

“Apabila ormas-ormas tidak memiliki sikap mental kritis terhadap Negara dan pemerintah maka penyalahgunaan wewenang dapat terjadi dan penyelewengan arah negara  dapat pula terjadi tentunya” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ganaspati menyampaikan pesan – pesan/petisi kepada Pemerintah Indonesia agar :

  1. Selalu berjalan pada rel Pancasila, UUD 1945 dan cita cita Proklamasi 17 Agustus 1945, jangan selewengkan itu.
  2. Tegak lurus berada ditengah, harus menjaga jarak yang sama kepada semua suku,agama, ras, golongan, tidak boleh terlalu condong kepada salah satu suku, agama, ras dan golongan.
  3. Senantiasa bersikap adil, kepada semua warga Negara, jangan condong berat sebelah kepada siapapun.
  4. Senantiasa berkomitmen dalam memberangus komunisme, Islam garis keras, separatism, dan ekstrim lain lainnya.
  5. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu, tanpa tebang pilih, tanpa mempertimbangkan muatan politis apapun. **  Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here