Haris Pranowo: Pilkada Jateng 2020 Diprediksi Akan Tetap Sexy

0
13
Dari kiri Direktur LBH Demak Raya,Toni Triyanto, Dosen Hukum Unpan Misbachul Munir, ka Kesbangpol Kabupaten Semarang, Haris Pranowo. Foto : M. Taufik

Ungaran, SMI.- Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Semarang menggelar kegiatan Peguatan Pendidikan Politik Masyarakat dengan tagline “Pemilih Cerdas Demokrasi Kuat” di  ruang Merapi lantai 3 Hotel C3 jalan Diponegoro 263 Ungaran, Selasa (16/7/2019).

Kegiatan tersebut di hadiri 70 peserta yang tergabung  dari beberapa LSM dan Ormas yang di undang Kesbangpol Prov Jateng, dengan pembekalan materi diantaranya, Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Pilkada 2020, Demokrasi Modern Dalam Pilkada 2020 serta Regulasi dan Dinamika Politik pada Pilkada 2020.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang Haris Pranowo memaparkan bahwa dalam pemilu Negara manapun akan berusaha semaksimal mungkin, agar pemilu yang dilaksanakan bisa legitimate, aturan masyarakat yang ada harus ditegakkan sehingga nantinya pemimpin yang dihasilkan akan legitimate di masyarakat. Namun itu bukan sesuatu yang mudah ternyata dan pemilu dianggap satu – satu nya yang adil.

“Dalam pemilukada di Jateng partisipasi masyarakat selalu tinggi, bahkan di banding provinsi lain kita termasuk di ranking atas. Namun kalau partisipasi diartikan sebagai suatu kesadaran, dan kerelaan masyarakat untuk peduli, dan ikut serta terlibat dalam proses pemilukada agar pemilu tersebut jurdil, luber dan bermartabat ini menjadi tantangan kita bersama,” paparnya saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan penguatan pendidikan politik masyarakat Prov Jateng di hotel C3 Ungaran.

Haris mengungkapkan, pemilu di Jateng selalu tinggi, rata – rata diatas lima puluh lima persen, paling rendah di tahun 2013, setelah itu di tahun berikutnya Pemilukada Jateng selalu tinggi tingkat partisipasi masyarakat.

“Kita lebih mengutamakan kebijakan dalam berpolitik, dalam pemilu kita mengenal ada 4 pemilih, diantaranya pemilih rasional, pemilih pragmatis, pemilih cerdas dan pemilih apatis. Pilkada 2020 di Jateng di prediksi akan tetap sexy, pilkada di Jateng yang diselenggarakan secara serentak September 2020 di 21 kabupaten Kota di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Peserta Kegiatan Penguatan Pendidikan Politik Masyarakat Foto : M. Taufik

Sementara itu, Direktur LBH Demak Raya, Tony Triyanto mengatakan gagasan tentang konsep sistem demokrasi sebenarnya sudah di praktekan dan diperdebatkan pada abad ke 4 sampai dengan abad  6. Karena ini merupakan bagian sistem yang melakukan kritik kekuasaan -kekuasaan monarki di eranya, artinya gagasan demokrasi ini awalnya muncul karena ada kesewenang – wenangan, atau ada pemerintahan monarki yang kemudian menjadi kekuatan yang mayoritas tetapi mernjadi tirani yang menciptakan sistem yang membelenggu kebebasan individu.

“Jadi kalau dicari soal gagasan dan teori demokrasi, sudah barang tentu semua Negara di dunia ini merujuk pada sejarah lahirnya demokrasi Yunani kuno. Jadi Yunani kuno sumber dari rujukan teori demokrasi, dan praktek perjuangan atas kebebasan hak individu,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Hukum Unpand Semarang, Misbachul Munir mengungkapkan bahwa dalam mencalonkan Bupati/ Walikota itu rata – rata mereka yang punya modal, orang yang punya duit banyak masuk partai politik.

“Instan lagi tidak pernah ikut pendidikan kader dan lain sebagainya, dia nyalon walikota/ bupati. Naah ini penyakit bangsa kita dan menjadi tanggung jawab kita bersama harus kita benahi. Selama karakter masyarakat seperti itu, kita tidak akan mengalami kesejahteraan sosial . Hakekat dari pada hukum itu sendiri adalah alat untuk menuju cita – cita kita. Cita citanya apa sih? Sampai di bikin ideologi pancasila, Majelis Konstitusi (MK), UUD , hakekatnya adalah untuk mewujudlan masyarakat yang adil dan makmur berkesejahteraan social” pungkasnya.

 

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here