Harga Naik Turun, Petani Bawang Merah Dirugikan Tengkulak

0
28

Magetan, SMI.-

Harga bawang merah yang sempat melambung tinggi sebulan terkahir tak pernah dirasakan oleh petani bawang merah di Kabupaten Magetan Jawa Timur. Sistem ijon yang masih berlaku membuat petani bawang merah di Magetan membuat petani gigit jari saat harga bawang merah mencapi Rp 30.000. Budi salah satu pedagang di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan mengatakan, pedagang tidak bisa menjual tinggi hasil panen mereka karena sudah menerima panjar atau DP sebelumnya.

“Kebanyakan sudah di kasih DP semua lahan bawang merah disini. Ada yang Rp 500.000 ada yang sejuta, bervariasi tergantung luasan lahan dan sehat tidaknya tanaman,” ujarnya Sabtu  (12/01/2019).

Budi menambahkan, petani bawang merah di Magetan tambah merugi ketika harga bawang merah seminggu terakhir anjlok hingga Rp 15.000/ kilogram. Sebagian pedagang yang telah menyepakati harga bahkan meminta kembali  uang muka atau DP yang telah diserahkan kepada petani.

“Ada yang minta kembali uangnya. Ada juga pedagang yang mengembalikan bawang yang sudah dipanen karena harganya terjun bebas,” imbuhnya.

Menik salah satu pedagang bawang merah di Pasar Sayur Magetan mengaku jika harga bawang merah turun drastis seminggu terakhir. Sebelumnya bawang merah kelas super bisa mencapai harga Rp 30.000/ kilo, namun saat ini harga bawnag merah super hanya Rp 20.000/ kilogram. “Menurutnya harga bawang merah anjlok karena petani bawang merah lokal mulai panen,” ujarnya.

Meski harga bawang merah dipasaran mulai turun, namun tidak demikian dengan harga bibit bawang merah siap tanam  dipasaran. Suyono salah satu petani bawang merah di Kecamatan Panekan Magetan mengatakan, harga bibit bawang merah siap panen  justru naik meski harga bawah merah di pasaran turun. Kenaikan harga bibit bawang  merah siap tanam  tersebut menurutnya dipicu petani kembali memilih menanam bawang merah di lahan mereka pasca panen karena curah hujan yang tidak begitu tinggi akhir akhir ini. “ Seminggu yang lalu harga bibit Rp 27 ribu, sekarang sudah naik Rp 30 ribu,” ujarnya.

Suyono menambahkan, Pemerintah menurutnya harus membantu petani agar bisa mendapatkan bibit tanaman bawang merah yang murah dan berkualitas sehingga petani bisa terlepas dari jerat para tengkulak.  “Petani belum bisa untung karena  harga bibit bawang merah yang malah meskipun harga bawang di pasaran anjlog,” pungkasnya.

**Goes/ Ton

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here