“Hajat Lembur” Bentuk Rasa Syukur atas Kemerdekaan RI

0
20

KBB, SMI –

Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, masyarakat RW.16 Kampung Nagrak Kulon Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, menggelar pesta rakyat atau dikenal dengan Hajat Lembur, Jumat (24/08/2018). Hajat Lembur ini juga dijadikan kegiatan rutin tahunan, untuk menjaga tradisi dan adat masyarakat sekaligus mengenalkannya kepada wisatawan.

Masyarakat Kampung Nagrak Kulon memperingati hari kemerdekaan dengan mengadakaan doa bersama untuk para pahlawan dan untuk keselamatan kampung dari marabahaya. Hajat Lembur ini digelar sebagai bentuk rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara ini dihadiri kepala desa, aparat desa, kasi Trantib, perwakilan Disparbud dan  Para tokoh Masyarakat, juga para pemuda Desa Suka Jaya.

Dedi Priadi yang akrab di panggil Didit, tokoh pemuda dan Kader Motivator Generasi Muda di Kp. Nagrak menjelaskan, Hajat Lembur Kampung Nagrak kulon sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat sejak tahun 1950an. Hajat lembur ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat yang telah diberikan.

Pemerintahan Desa Sukajaya Sangat mendukung Kegiatan ini, dengan memberikan edukasi kepada generasi muda makna dari kegiatan hajat lembur ini, agar dapat mewarisi dan meneruskan para leluhurnya.

Menurut Didit, Kegiatan hajat lembur ini harus terus dipertahankan, karena merupakan salah satu tradisi kearifan lokal, sekaligus menumbuhkembangkan masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai budayanya sendiri. Hajat Lembut ini selalu dinanti – nantikan oleh seluruh masyarakat Kp. Nagrak Kulon mulai dari orang tua sampai anak-anak.

“Belum lama ini di Kampung Nagrak Kulon sudah mulai dibenahi sebagai kawasan wisata. Kami tokoh pemuda disini dan dibantu oleh masyarakat sekitar, berusaha untuk mempercantik kampung kami, yang kedepannya dijadikan sebagai kawasan desa wisata. Sejak itu, Kampung Batu Lonceng banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung situs, dan beberapa kesenian sunda seperti sisingaan, pencak silat, seni tarawangsa, dan wayang golek sebagai kesenian Budaya Pasundan,” Tutur Didit.

Kepala Desa Sukajaya Asep Cahya Wijaya, BE menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ketua Panitia Penyelenggara, tokoh pemuda yang tergabung di Karang taruna RW. 16 juga kepada seluruh tamu undangan yang hadir, yang telah mendukung kegiatan Hajat lembur Kp.Nagrak Kulon.

“Saya sangat berharap seluruh warga masyarakat Desa Sukajaya harus jadi pejuang yang terus memperjuangkan kegiatan adat budaya Sunda agar terus lestari di kecamatan Lembang khususnya. Sehingga dapat memotivasi dan menyemangati desa – desa yang lainnya” Ucapnya.

Asep Menambahkan, dalam hajat lembur ini selain memperingati hari Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesian hari ini juga memperingati bumi. Filosofinya bumi merupakan tempat kita hidup dan tempat kita berpijak. Kalau alam atau bumi diganggu, maka alam atau bumi akan menganggu kita. Untuk itu, mari kita lestarikan lingkungan dan alam kita, tentunya dengan hal hal yang kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, biasakan menanam pohon, memilah sampah dan lainnya.

“Kami atas Pemerintahan desa sangat berterima kasih kepada tokoh pemudanya yang sudah menyelenggarakan kegiatan semeriah ini. Alhamdulillah di desa Sukajaya ini banyak potensi potensi budaya dari anak-anak sekolah, seniman dan budayawan. Mudah- mudahan kedepannya kegiatan ini akan lebih meriah lagi, tentunya bisa lebih meningkatkan kelestarian budaya, karena budaya merupakan jati diri atau identitas. Kalau kita tidak berbudaya maka negara kita tidak punya identitas jatidiri bangsa,” ujar Asep Cahya Wijaya BE. **(LINA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here