GNPK Jateng Klarifikasi Terkait Pencatutan Nama Lembaganya

0
34

Semarang, SMInews.com Yayik Kusrianti, S.E. pengurus GNPK Jateng saat jumpa pers di Kedai Basudewa Indonesian Food (Black Box cafe) Jalan Basudewa No. 752 Semarang Jawa Tengah. Memberikan mengklarifikasi terkait pemberitaan sebuah media cetak dan online di Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020) yang memberitakan bahwa H. Mohamad Basri Utomo yang mengklaim sebagai ketua umum  GNPK mempermasalahkan pembangunan RSUD Ketanggungan Kabupaten Brebes.

Namun, menurut Yayik Kusriyanti, oknum tersebut tidak dikenali oleh para pengurus GNPK yang ada saat ini.

“Kita tidak kenal dengan orang tersebut, jadi berita tentang seorang oknum bernama H. Mohamad Basri Utomo yang mengaku ketua umum GNPK yang mempermasalahkan proyek pembangunan RSUD Ketanggungan Kabupaten Brebes yang berpotensi merugikan Negara itu bukanlah orang kita” ungkap Yayik  saat konferensi pers di  Blackbox caffe  Lemah Gempal Kota Semarang pada Jum’at siang (17/7/2020).

Yayik menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah mempermasalahkan pembangunan RSUD Ketanggungan Kabupaten Brebes tersebut.

Menurutnya tidak ada satupun pengurus dan pimpinan GNPK dari pusat hingga daerah, terutama Jawa Tengah, yang mengenal H. Mohamad Basri Utomo.

“Karena ketua umum GNPK yang sekarang adalah Adi Warman yang berkantor pusat di Jakarta, sedangkan ketua GNPK Jawa Tengah adalah H. Mahsun Buchori, SH, MSi dan kita semua tidak pernah mengenal yang namanya H. Mohamad Basri Utomo seperti yang dimuat dalam surat kabar itu, ada kemungkin kita akan melaporkan hal ini ke Polda Jateng agar permasalahan terang benderang, tidak menjadi polemik di masyarakat” imbuhnya.

Sementara itu, Adhi Siswanto, S.H. dari FORKOMAS Jawa Tengah yang mendampingi Yayik mengatakan bahwa kasus ini adalah kasus penggunaan nama organisasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Penggunaan ini dilakukan dengan niatan tidak baik kepada pembangunan RSUD Ketanggan Kabupaten Brebes yang menurut kami tidak bermasalah,” jelasnya.

Menurut pengacara ini, permasalahan penggunaan nama dengan niatan tidak baik ini bisa dipidanakan. “Berkaitan dengan penggunaan nama GNPK untuk mempermasalahkan pembangunan RSUD Brebes, oknum bernama H. Mohamad Basri Utomo bisa dipidanakan” katanya.

“Saya melihat permasalahan ini bermula saat tiga perusahaan mengikuti lelang pembangunan RSUD Ketanggungan Kabupaten Brebes dan dimenangakan oleh salah satu perusahaan. Disinyalir ada konfik kepentingan yang sejatinya tidak berhubungan dengan GNPK, namun ada oknum yang menggunakan nama organisasi GNPK untuk menekan pemerintah dan kontraktor pemenang,” pungkasnya.

Pewarta : Untung Teguh

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here