Gandeng Unibraw, Kabupaten Magetan Kembangkan Sapi Perah

0
28

Magetan, SMI.-

Kabupaten Magetan terus melakukan pengembangan potensi sapi perah yang ada di Desa Singolangu Kecamatan Plaosan.  Bupati Magetan Suprawoto bahkan turun langsung melihat perkembangan usaha sapi perah warga dengan melakukan ngopi susu bareng.

Dalam kesempatan tersebut  Bupati bahkan mengatakan akan melakukan pengembangan dengan menjadikan usaha sapi perah menjadi obyek wisata edukasi mengingat Desa Singolangu  satu lokasi dengan destinasi wisata Telaga Sarangan khususnya Outbond Mojosemi.

“Nanti akan ada jalan dari lokasi outbond yang menghubungkan kesini. Bahkan Outbond Mojisemi itu tidurnya sudah disini loh, ada yang sudah nginap di tempat warga. Jadi bisa menjadi lokasi wisata pertanian dan peternakan, wisata merah susu, tinggal kita siapkan warga siap menerima wisatawan,” ujarnya, Selasa (27/11/18).

Upaya mengembangkan sapi perah di Desa  Singolangu juga sangat menguntungkan petani, mengingat nilai ekonomis dari susu yang cukup tinggi. Geografis Desa Singolangu yang pegunungan dengan ketersediaan air yang tidak pernah kekurangan sangat mudah dijadikan lokasi untuk ketersediaan pakan sapi.

“Satu sapi bisa menghasilkan 1 juta rupiah. Kalau punya 5 gaji wartawan bisa kalah,” ucapnya.

Selain di Kecamatan Plaosan, Pemerintah Kabupaten Magetan rencananya akan mengembangkan di sejumlah Kecamatan seperti di Kecamatan Panekan, Sidorejo dan Poncol. Pemerintah daerah Magetan juga melakukan kerjasama intensif dengan Universitas Brawijaya dimana banyak putra Magetan yang mengabdikan diri disana.

“Unibraw memberikan pemahaman bagaimana milih bibit yang baik, bagaimana produksinya meningkat, kita juga datangkan UPT dari Batu Raden, itu UPT resminya pertani  untuk enyediakan bibit unggul” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kartini mengatakan, saat ini populasi sapi perah di Desa Singolangu baru mencapai 200-san ekor yang mampu menghasilkan 3.500 liter perhari. Menurutnya ada salah satu perusahaan pengolah susu yang telah tertarik dengan hasil susu dari peternak sapi perah di Singolangu.

“Untuk bisa menjadi mitra dibutuhkan sekitar 500 ekor, minimal susu yang dihasilkan setiap hari 7.000 liter. Kita masih mengwmbangkan itu,”ujarnya. **Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here