Focus Group Discussion Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa & Badega APBN Triwulan III Tahun 2020

0
4

Sumedang, SMInews.com Video Conference Focus Group Discuccion Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa & Badega APBN Triwulan III Tahun 2020 digelar Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sumedang, Kamis (13/8/20) melalui aplikasi Zoom.

Dalam FGD tersebut, Kepala KPPN Sumedang Lili Khamiliyah yang juga menjadi narasumber menyampaikan materi tentang  Overview Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Implenetasi PMK Nomor 101/PMK.07/2020 dengan Kuartal Tiga sebagai Kunci, Cadangan DAK Fisik sebagai Bagian Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Mekanisme Pengalokasian DAK Fisik Cadangan,  Relaksasi Penyaluran DAK Fisik dan DAK Fisik Cadangan Tahun 2020, Pagu dan Realisasi DAK Fisik 2020, Mekanisme Penyampaian Dokumen Persyaratan Penyaluran Dana Desa, Realisasi Penyaluran Dana Desa dan Overview Perbandingan Penyaluran Dana Desa Tahun 2019/2020

Lili Khamiliyah menjelaskan bahwa Berdasarkan PMK 101/PMK.07/2020 persyaratan penyaluran tahap III yang pertama adalah 1) Perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian alokasi dana desa atas setiap desa dan perkada mengenai perubahannya mengenai nominal dana desa apabila perkadanya sudah ditetapkan. 2) Peraturan desa mengenai APBDesnya telah menyesuaikan terkait dengan perubahan perkada tersebut, 3) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output keluaran kegiatan desa tahun anggaran sebelumnya.

Terkait pengadaan masker, Lili Khamiliyah menjelaskan bahwa dari semua kementerian mengalokasikan anggaran untuk itu, penggunaan masker adalah menjadi persyaratan bagi terjadinya pengurangan penyebaran virus covid 19, dan dimungkinkan untuk pengadaan masker ini. Situasinya kondisional artinya menyesuaikan dengan kondisi yang ada di masyarakat. Kalau masyarakat memang banyak membutuhkan pengadaan masker maka alangkah baiknya diadakan pengadaan masker.

“Dalam penyalurannya, Dinas-dinas yang melaksanakan DAK Fisik ini tidak terkendala lagi adanya hasil review dari Inspektorat. Triwulan III menjadi kunci untuk kita bisa keluar dari krisis ekonomi melalui penyaluran dana APBN” Pungkasnya.

Pewarta : Y. Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here