Dugaan Buruknya Kinerja PT. SSA Rugikan Mandor Borong Habe Rasiman

0
339

Temanggung ,SMInews.com.  PT. SEPULUH SUMBER ANUGERAH (SSA) diduga tidak mau melakukan pembayaran atas hasil kinerja mandor borong Habe Rasiman yang sudah terpasang (Retaining Wall).

Pasalnya pekerjaan Retaining Wall (pasangan batu) yang dikerjakan oleh mandor borong Habe Rasiman telah selesai dan telah ditandatanganinya opname progress pekerjaan dan disetujui  QC, Site Manager dan  Proyek Manager pihak PT. SSA.

Saat diwawancarai smi-news.com melalui tele conference, Senin (9/3/2020) seputar pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak Habe Rasiman menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengerjakan retaining wall (pasangan batu).

“Sesuai dengan kontrak perjanjian bahwa kami hanya mengerjakan pasangan batu, untuk pondasi dikerjakan oleh PT. SSA,” jelas anak buah Habe Rasiman.

“Bahwa robohnya bangunan setelah invoice ditandatangani dan melebihi jatuh tempo pembayaran,”terangnya.

Jalur mediasi telah ditempuh (26/2/20) di lokasi pembangunan Pabrik Sepatu Nick Temanggung oleh mediator AD Hoc Sriyanto Ahmad, yang sekaligus  sebagai ketua Lembaga Perlidungan Konsumen pihak dari PT. SSA yang pada waktu itu diwakili oleh Mutasyor selaku Proyek Maanager dan Bayu selaku Site Manager masih bersikukuh bahwa robohnya retaining wall disebabkan karena kesalahan pihak Habe Rasiman selaku Mandor Borong. Oleh karenanya pihak SSA tidak mau membayar , dan memohon perbaiki dulu yang roboh itu, jelasnya.

Saat Sriyanto Ahmad menyampaikan hasil mediasi lewat telepon seluler,  Habe Rasiman menyatakan tidak mau dan kebertan dengan alasan karena di dalam perjanjian kerja tidak ada klausul pemeliharaan dan retensi, jadi setelah kita selesaikan pekerjaan seharusnya terima bayaran.

Sriyanto Ahmad memberikan penjelasan terkait robohnya retaining wall  tidak bisa  menuntut  kepada  pihak kedua (Habe Rasiman ) karena tidak ada dalam klausul  Perjanjian  tentang   jaminan pemeliharaan dan  retensi .

Menurut Habe Rasiman ,” suatu konstruksi dinding penahan haruslah direncanakan dan dirancang agar aman terhadap gaya-gaya yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktur dan kami hanya mandor   kan hanya terima perintah   ,”lanjutnya.

“Dan kami hanya memasang batu (menerima pesanan) tidak mengatur Teknik konstruksi, sedangkan pekerjaan kontruksi beton landasan yang rangka bertulang (beton) tidak sampai permukaan dikerjakan oleh PT. SSA selaku PIHAK PERTAMA. “ Imbuhnya.

Dugan akibat kelalaian PT. SEPULUH SUMBER ANUGERAH dalam perencanaan awal pembangunan mengakibatkan kerugian bagi klien kami HABE RASIMAN sebagai konsumen ketenagakerjaan menderita kerugian  materiil, immaterial dan Nilai ekonomis dan psykologis  karena belum terbayarnya sisa tagihan (imbalan jasa) yang seharusnya sudah dibayarkan sesuai dengan kontrak perjanjian kedua belah pihak.

Terjadinya peristiwa robohnya Retaining Wall setelah masa invoice berakhir (KUHPerd pasal1320) .Hal ini sesuai dengan kontrak perjanijian kedua belah pihak dengan tidak adanya permohonan revisi (complain) dari PIHAK PT SSA dan sudah ditandatangani dan disetujui oleh Q C atau pengawas , Site Manager dan Proyek Manager, seharusnya pembayaran sudah dilakukan. Kami akan tuntut PT SSA   dengan jalur mediasi sudah kami lakukan selanjutnya kami akan  meminta kepada Saudara Sriyanto Ahmad selaku ketua Lembaga Perlindungan Konsumen uang mempunyai tugas pokok dan fungsi menerima aduan,  keluhan dan advokasi, apabila tuntutan kami tidak d indahkan, maka kami  akan lakukan upaya  gugatan keperdataan dan gugatan industrial dan juga lakukan aduan delik pidana atau penal serta lakukan aduan ke Pihak Departeman Tenaga Kerja  yang berkaitan  dengan UU Perburuhan dan Keselamatan kerja (SMK3 dan K3), pungkasnya.

Pewarta :  M. Taufik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here