Dr.H.Endar Susilo,SH.MH : Pelaku Yang Menikahi Anak umur 7 Tahun Segera Ditindak

0
11

Kab.Semarang,SMInews.com. Dr.H.Endar Susilo,SH. MH selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak Prov. Jateng mengadukan seorang tokoh  agama sekaligus pengasuh serta pemilik pondok pesantren ternama di Kabupaten Semarang berinisial P ke Polda Jateng karena diduga menikahi seorang anak perempuan  yang masih berusia 7 tahun yang masih tergolong dibawah umur berinisial D warga grabag Kabupaten Magelang.

Kepada smi-news.com  kamis ( 12/3/2020) Endar memjelaskan, ” Kami telah mengadukan terduga P ke Polda Jateng beberapa.minggu lalu tepatnya,tanggal 21/2/2020 karena diduga telah menikahi  D seorang anak yang masih berusia 7 tahun dan masih dibawah umur ,warga grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Sampai dengan saat ini  kami selalu berkoordinasi dengan penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng terkait aduan kami atas temuan seorang dewasa yang diduga menikahi anak yang masih berusia 7 tahun,” tutur Endar.

Menurutnya Perbuatan yang diduga  dilakukan oleh P sangatlah tidak manusiawi ” Bayangkan saja anak yang masih perlu tumbuh kembang dan bisa saja menjadi salah satu pemimpin – pemimpin dan harapan masa depan Bangsa ini,  yang harusnya kita temani atau ajak belajar dan bermain tetap justru malah diajak nikah dan  kemudian menjadi korban nafsu P dengan dibungkus Perkawinan Siri”  papar Endar.

Pada saat smi-news.com menanyakan lebih lanjut siapa nama lengkap dan jatidiri diduga pelaku kejahatan perkawinan tersebut, Endar belum bisa menyampaikan ke media ” Kasus Ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman pihak Polda Jateng dan diduga pelaku adalah tokoh terkenal, nanti kalau sudah waktunya, saya akan menyampaikan ke teman  – teman media” lanjut Endar.

Endar berharap ” Mari kita sama – sama berdoa kepada Allah agar  pelaku kejahatan yang menghancurkan masa depan anak bangsa ini segera bisa di bawa keranah hukum. Kami selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak Jateng memberikan dukungan moral dan doa agar penyidik Polda Jateng diberi kemudahan untuk mengungkap kasus ini” .

Menurut Endar pelaku kejahatan terhadap anak tersebut bisa di jerat  dengan Undang – Undang (UU) No.23 tahun 2002 yang sudah diperbarui dengan UU no 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan UU no.17  tahun 2016 Tentang Perubahan kedua UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan hukuman kebiri.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya bahwa Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah mendapatkan aduan dari masyarakat tentang adanya perkawinan siri dengan anak yang masih berumur 7 tahun menjadi korban (pengantin perempuan), setelah mendapatkan data dan menjumpai beberapa saksi, Endar kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Jateng agar pelaku segera ditangkap dan diadili.

Pewarta : M.Taufik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here