Ditengah Pandemi Covid-19, BNNP Jateng Musnahkan 145,73 Gram Sabu dan 490 Butir Pil Ecstasy

0
6

Semarang, SMInews.com Maraknya peredaran narkotika jenis sabu dan pil ecstasy akhir – akhir ini dikalangan lapisan masyarakat membuat kita geleng kepala, seolah – olah tiada hentinya bisnis barang haram terus merebak dan  tidak ada takutnya bagi para pelaku terhadap hukuman yang dihadapinya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memusnahkan  kurang lebih 145,73 gram narkotika golongan 1 jenis sabu dari total 223,87 gram, sementara sisanya disishkan untuk pemeriksaan labfor dan pembuktian dipersidangan. Dan 490 butir pil ecstasy dari total jumlah 500 butir sementara sisanya 10 disisihkan sementara untuk pemeriksaan labfor  dan pembuktian dipersidangan pula. Sesuai mandat pasal 91 Undang Undang no 35 tahun 2009 berdasarkan penetapan status barang bukti yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Pekalongan, Kepala BNNP Jateng, Kepala Bidang Pemberantasan dan Penyidik BNN Prov. Jateng  serta stakeholder yang diundang.

Kepala BNNP Jateng Brigjen. Pol. Beny Gunawan dalam keterengan pers nya mengungkapkan bahwa tim nya  berhasil meringkus tiga orang pelaku peredaran sabu dan pil ecstasy. Ketiga pelaku tersebut yaitu Rusdy, Sri Hartati dan salah satu warga binaan LP kelas IIB Pati.

“Kami juga berhasil memusnahkan 145,73 gram shabu dan 490 butir ecstasy sertankami amankan 223,87 gram shabu serta 500 gram butir ecstasy warna biru”  Papar Beny di depan awak media dihalaman Kantor BNN Provinsi Jateng jalan Madukoro blok BB Kota Semarang, Selasa (9/6/2020).

Beny menambahkan bahwa barang bukti yang berhasil dimusnahkan merupakan hasil dari penggrebegan di satu rumah yang terletak di jalan Pantai Sati III, Panjang Wetan Pekalongan pada hari selasa ( 5/5/2020) sebulan yang lalu.

Dia mengungkapkan bahwa modus ketiga pelaku adalah dengan memasukkan barang haram tersebut ke dalam boneka yang di angkut mobil pengangkut beras.

“Para tersangka kini ditahan di rumah tahanan BNNP Jateng dan ketiganya dijerat dengan sangkaan primer pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat(1) subsider pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati”Pungkasnya.

Pewarta : M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here