Diseminasi Informasi Melalui Media Pertunjukan Kesenian Raja Dogar

0
11

Garut, SMI.-

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan diseminasi informasi melalui media Pertunjukan Rakyat di Desa Keresek Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jum’at (29/3/19). Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses penyebaran informasi sesuai dengan Permen Kominfo No. 17 Tahun 2009.

Diseminasi informasi program komunikasi ini dihadiri Forkopim Cibatu, Kapolsek Cibatu AKP Dudi Trisna Irawan S.Sos, Danramil 1105/Cibatu Kapten Rahmat Puli, Kepala Desa Keresek Tatang Suhendar, S.E.,BPD, Tamu Undangan serta masyarakat Cibatu Garut.

Kapolsek Cibatu AKP Dudi Trisna Irawan S.Sos memaparkan, Diseminasi Informasi adalah penyebaran informasi secara timbal balik dari pemerintah pusat/daerah baik diminta ataupun tidak, yang dilakukan melalui media massa atau media komunikasi/lembaga-lembaga komunikasi lainnya. Informasi yang diberikan  berupa informasi terkait kebijakan, program maupun kinerja pemerintah. Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan adalah media pertunjukan Rakyat.

Sementara itu, Kepala Desa Keresek Tatang Suhendar, S.E. menjelaskan bahwa media Pertunjukan Rakyat dikenal juga sebagai media rakyat. Salah satu media rakyat yang digunakan Pemerintah  dalam mendiseminasiakan pesan-pesan pemerintah melalui Kesenian Tradisional Raja Dogar.

“Kesenian tradisional Raja Dogar di desa Keresek kecamatan Cibatu kabupaten Garut yang dimainkan secara berkelompok, dengan membentuk pertempuran seperti layaknya adu domba yang sesungguhnya. Kemudian melangkahkan kaki ke belakang secara perlahan, sambil mempersiapkan untuk adu kekuatan .

Kesenian Raja Dogar menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu”katanya.

Tatang juga menjelaskan, Raja Dogar dipimpin oleh satu orang yang biasa disebut wasit. Sebagai pawang yang mana selain ikut serta bergerak dalam lingkaran, ia juga memiliki tugas yang sangat penting lainya yaitu mengeluarkan teriakan/Pluitan khas pertempuran dimulai, untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo dalam tiap gerakan. Tujuannya agar Raja Dogar domba yang dimainkan terlihat rempak dan menarik serta indah dimata penonton Seni Raja Dogar tersebut.

Biasanya dalam satu Dogar memiliki tukang  dua orang, yang tujuannya untuk mengantisipasi jika tukang goreh utama kelelahan atau kemungkinan buruk lainnya, karena untuk menuntaskan satu cerita kesenian Raja Dogar .

“Raja Dogar dan Sibocel biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi seni tradisional sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan, yang didalamnya juga disampaikan pesan dan nasihat. Dengan fungsi inilah, maka kesenian Raja Dogar digunakan pemerintah terutama pemerintah daerah sebagai media dalam mendiseminasikan informasinya” ungkapnya. **Ayi Ahmad

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here