Diduga Tidak Kantongi Izin, Rumah Makan Miroso Bawen Terancam Dibongkar

0
42
Rumah Makan Miroso Bawen diduga tidak memiliki izin Foto : M. Taufik

Semarang,SMInews.com Rumah Makan (RM) Miroso yang berada dipinggir jalan Semarang – Solo setelah exit tol Bawen di wilayah RT 8, Rw 3 Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sangat mengganggu pengguna lalu lintas. Lokasi tempat tersebut sangat barbahaya karena terletak dekat dengan  exit tol Bawen dan lampu traffic light tol Bawen yang berpotensi bisa terjadi kecelakaan.

Bangunan tersebut dibangun dua lantai, diatas tanah milik Dirjen Bina Marga, dibangun dengan bangunan permanen yang dalam pembangunannya juga diduga memakan tanah milik PTPN IX Perkebunan Ngobo Banaran Kafe Bawen, dan dalam pembangunannya diduga memakan aliran sungai yang berbatasan dengan tanah bengkok Desa Bawen.

Endar Susilo salah satu warga yang tinggal di Tegalrejo Bawen saat bertemu smi-news.com mengatakan, “Saya yakin RM. Miroso tidak memiliki izin usaha Rumah makan dari Dinas Pariwisata, karena salah satu syarat perizinan Rumah Makan tentunya pasti ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sementara diketahui kalau RM. Miroso dibangun diatas tanah milik Negara, jadi dengan rancang bangunan lantai 2 yang permanen pasti Dinas Perizinan dan pihak Dirjen Bina Marga tidak akan mengizinkan bangunan tersebut, kalau bisa keluar izin pasti ada manipulasi data,” ucapnya. Senin (2/3/2020).

Menurut Endar, sebenarnya tanah tersebut lebih sesuai dipakai untuk bahu jalan tempat parkir mobil yang mungkin rusak di jalan tol dan lainnya, kalaupun ada bangunan rumah makan, tentunya juga bangunan sederhana, Pemerintah harus tegas dalam penertiban bangunan bangunan liar termasuk RM. Miroso.

Sementara itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Semarang melalui surat resmi nomor 510.4/390 menegaskan bahwa pihaknya belum pernah menerima permohonan izin dari pihak RM. Miroso serta tentunya belum pernah mengeluarkan Perizinan Usaha untuk RM. Miroso yang sudah berdiri sekitar tiga tahun tersebut, serta dalam penegakan Perda pihaknya menyerahkan permasalahan tersebut kedinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang.

Diakhir perbincangan dengan smi-news.com, Endar menambahkan,”Mari kita nantikan ketegasan Pemerintah Kabupaten Semarang dalam menegakkan peraturan dan perundangan”.

Keberadaan Rumah Makan Miroso sudah lama dikeluhkan warga, kebanyakan warga tahu bahwa RM. Miroso punya izin, tapi perizinan tersebut dibuat saat pada bangunan kecil RM. Miroso yang lama, yang sesuai dengan gambar dan denah yang diajukan yang sekarang sudah berakhir masa berlakunya. Kini keberadaan bangunan permanen lantai 2 tersebut  diduga tak memiliki izin resmi dari Pemerintah.

Pewarta :  M. Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here