Diduga Tangani Perkara Tidak Tuntas, Komnas Anak Sragen Laporkan Polsek Gondang Ke Polda Jateng

0
7
Ketua Komnas Anak Kabupaten Sragen, Heroe Setiyanto,SH.MH menunjukkan surat laporan usai dari Mapolda Jateng. Foto : M. Taufik

Semarang,SMInews.com Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Kabupaten Sragen, mendatangi Mapolda Jateng untuk melaporkan Polsek Gondang, Polres Sragen ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng, Selasa ( 3/3/2020).

Ketua Komnas Anak Kabupaten Sragen, Heroe Setiyanto,SH.MH meminta kepada Kabid Propam Polda Jateng, untuk membantu menuntaskan perkara yang berkaitan dengan meninggalnya dua anak yang tenggelam di lokasi tambang galian C yang tidak diberi pagar pembatas pada hari senin, 16 Desember 2019 sekitar pukul 13.00 WIB di daerah Gondang Kabupaten Sragen, yang diduga terjadi karena kelalaian dari pihak pengelola yang tidak memberi pengaman dan tidak ada papan peringatan, serta belum ada izin, yang akhirnya mengakibatkan BYS (10) dan MRA (8) tenggelam dan meninggal dunia.

Menurut Heroe ketika dirinya melakukan investigasi, ternyata izin tersebut sudah berpindah ke tangan ke tiga atau lebih, tanpa ada pengawasan pihak terkait. “Maka demi keadilan dan kepastian hokum, kami mohon lepada Bapak Kabid Propam Polda Jawa Tengah untuk menindak lanjuti perkara ini, karena kami sudah melakukan upaya ke polsek Gondang, akan tetapi tidak ada hasilnya, dan dianggap perkara ini tidak penting, dan apabila nanti didapat ada hal yang keluar dari jalur hukum, kami berharap untuk ditindak,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Endar Susilo, S.H.,M.H. ketika dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, “Harusnya kasus galian C tersebut karena ada korban anak, maka penanganannya semestinya di Polres Sragen, bukan ditingkat Polsek dan tentunya karena ada anak yang menjadi korban akibat kelalaian pengelola, maka tidak berlaku keadilan Restoratif dan Diversi atau penyelesaian di luar Pengadilan, karena pelakunya diduga pengelola proyek bukan anak, sehingga pelakunya harus diproses sampai tuntas, agar bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

 

Pewarta :  M.Taufik

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here