Diduga Bunuh Diri, Sukimin Ternyata Dibunuh Oleh Keponakannya

0
27

Magetan, SMI.-

Kepolisian Resor Magetan Jawa Timur memastikan kematian Sukimin (81) warga Desa Purwodadi Kabupaten Magetan bukan bunuh diri tetapi dibunuh. Sebelumnya Sukimin yang ditemukan meninggal di belakang rumahnya, diduga bunuh diri dengan menggunakan pisau lipat miliknya. Dari olah TKP, pihak kepolisian menemukan sejumlah kejanggalan, dimana salah satunya adalah pisau yang diduga untuk bunuh diri yang ditemukan tak jauh dari jasad korban dalam keadaan terlipat.

Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai mengatakan bahwa malam sebelum ditemukan meninggal dengan luka di leher, Suukimin sempat berpesan kepada warga yang ditemuinya untuk mengubur mayatnya esok pagi.

“Yang paling janggal adanya pisau yang terlipat. Tidak mungkin orang yang bunuh diri sempat melipat pisau tersebut,”ujarnya, Jumat (23/11/2018).

Selain menemukan kejanggalan pada pisau lipat yang terlipat, Kepolisian Resor Nunukan juga mendapati hasil visum dari Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan, yang menyatakan bahwa  terdapat 3 sayatan pada leher korban. Dengan adanya sayatan tersebut pihak kepolisian mencurigai jika korban dibunuh.

“Kalau ada 3 sayatan yang putus berarti ada pihak pihak lain yang melakukan pembunuhan,” ucap Riffai.

Dengan upaya pendekatan kepada keluarga korban, kepolisian akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku. Pelaku pembunuhan tak lain adalah keponakan dari korban SG (42), yang tempat tinggalnya tak jauh dari rumah korban.

Modus pelaku selain sakit hati karena korban memberikan uang hanya sedikit kepadanya dibanding keponakan lain, pelaku juga mengaku terganggu dengan teriakan korban di malam kejadian. Pelaku mengaku terganggu tidurnya, saat korban menggedor pintu rumah ibunya sambil berteriak teriak.

“Korban menggedor-gedor pintu rumah ibunya sambil teriak teriak, Pelaku terbawa emosi mengambil pisau lipat milik korban di rumah korban,” imbuhnya.

Sebelumnya Sukimin (81) warga Desa Purwodadi Kabupaten Magetan Jawa Timur ditemukan telah terbujur kaku dengan bersimbah darah di belakang rumah yang selama ini dihuninya. Sebelum ditemukan meninggal dengan kondisi luka di lehernya, Sukimin terlihat seperti orang yang mengalami depresi berat. Sukimin bahkan  meminta maaf kepada para tetangga yang ditemuinya baik di jalan maupun di warung. Malam kejadian Sukimin juga mengatakan kepada warga untuk mengubur jasadnya esok hari. **Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here