Dakwah “Umar Cafe” dalam Kata Kopi

0
59

Suasana minggu pagi, (4/10/20/), Dusun Semilir yang ada di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang penuh sesak dengan ribuan pengunjung.

Selain tiga gunungan besar yang merupakan bangunan utama, sebagai lokasi para pengunjung berbelanja kuliner, juga terdapat banyak lapak pedagang yang ditata rapi dalam deretan kios di Jalan Kenangan Dusun Semilir.

Salah satu kedai  yang aktifitasnya nampak semarak adalah sebuah warung yang dikelola oleh anak muda yang memperkenalkan diri dengan nama Permadi (28).

Permadi yang lebih akrab disapa dengan panggilan Umar merintis usahanya sejak 2018 . Tepatnya setelah ia resign dari pekerjaannya sebagai pegawai Bank Syariah Mandiri.

Usahanya membuka kedai kopi berangkat dari keinginannya untuk usaha secara mandiri.  Semangatnya mendapat dorongan penuh dari istri dan keluarga besarnya, sehingga ia bersemangat dalam membangun bisnis kecilnya.

Ditemui Suara Metro Indonesia di kedai kopinya, Umat bersemangat berkisah.

Ia menuturkan bahwa menikmati segelas kopi seperti membangun sebuah intuisi. Rasa pahit alami kopi dipadu-padan berbagai jenis bahan minuman. Meskipun dicampur dengan berbagai bahan, dominan rasa pahit yang terdapat dalam kopi tetap menjadi warna.

Umar mengaku saat ini ia membuka bebrlerapa gerai kedai kopi.Selain di dusun Semilir ia jugarmbuka usahanya di Ngaliyan dan Kota Lama.

Dan dari pahitnya kopi itulah muncul ide “kata kopi” yang ia torehkan dalam cup kemasan kopi yang ia buat.

“Tujuan saya berdakwah lewat kopi pak”, kata Umar yang lulusan UIN jurusan perbankan syariah ini, saat ditanya mengapa menggunakan kata kopi untuk produknya.

Sebab ia berkeyakinan bahwa ayat-ayat kebaikan harus disampaikan walaupun hanya satu ayat.

-Kadang kala hidup itu bagaikan kopi, kalo gak pahit gak seru.

-Secangkir kopi yang kunikmati seolah berkata kepadaku, bahwa yang hitam tak selalu kotor, dan yang pahit tak selalu menyedihkan.

– Hidup ini seperti kopi yang diciptakan dengan komposisi sedikit pahit dan sedikit manis.

– Secangkir kopi lebih jujur darimu, ia pahit tanpa menyembunyikan pahitnya, ia hitam tanpa malu mengakui warnanya.

– Kopi tanpa gula pahit, hati tanpa Allah sempit.

– Kamu tahu kenapa aku suka kopi? Karna kopi tak pernah memilih peminumnya

Umar Cafe mengaku ia memang bukan yang pertama kali memiliki ide kata kopi. Sebab inspirasi tentang kopi banyak bertebaran di internet .

Dan Umar, sang Pemiliki Umar Cafe hanya berharap bahwa setiap kebaikan akan bermakna. Memberikan nilai tambah bagi sesama meskipun hanya melalui segelas kopi.

Dan rasa pahit kopi itu tetap ada sampai kapanpun, seirama dengan nasehat yang Umar bentangkan lewat menu kedai kopinya

Black Coffee, espresso,  cold bree coffee, ice shake coffee, vietnam coffee, Thai Coffee, cold bree ice coffe milk, dan ice kata kopi.

Saat berkeliling di dusun Semilir, anda tak salah untuk bisa rehat sejenak di kedai Umar Cafe. Menikmati segelas kopi Arabika atau robusta. Dan melihat langsung bagaimana biji kopi murni diblender dan diambil sarinya, hingga menjadi segelas minuman yang akan meningkatkan kesegaran dan semangat seketika.

Pewarta : SS.Munawir

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here