Coffe Morning Tahu Sumedang

0
4

Sumedang, SMI.- Kabupaten Sumedang terkenal dengan kuliner khasnya yaitu Tahu, tapi sampai saat ini Kabupaten Sumedang belum memiliki semacam galeri atau museum khusus Tahu Sumedang.

Untuk itu, Selasa pagi (5/11), dalam kegiatan Coffee Morning yang dilaksanakan di Halaman Belakang Gedung Negara, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, Sekretaris Daerah Herman Suryatman, para kepala SKPD dan Camat serta Para Pengusaha Tahu Sumedang (Pertasum) membahas rencana pembangunan Galeri Tahu Sumedang.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Sumedang H. Asep Tatang Sujana selaku ketua penyelenggara menyebutkan, dengan adanya Galeri Tahu Sumedang diharapkan dapat menjadi penyempurna branding Tahu Sumedang yang sebenarnya sudah terkenal.

“Sekitar Tahun 2014 Tahu Sumedang pernah sampai ke Kedutaan Indonesia di Jepang dan dijadikan sebagai cindera. Apabila Tahu Sumedang bisa dikelola dengan baik bisa tahan sampai 2-3 hari. Jadi galeri atau museum Tahu Sumedang menjadi ikhtiar kita untuk wisata kuliner internasional,” imbuhnya.

Asep juga menyebutkan, tujuan dari mengundang para stakeholder yakni pengusaha tahu adalah agar berkontribusi maksimal dalam rencana tersebut.

“Tentu para pengusaha Tahu Sumedang lebih mengetahui secara teknis bagaimana mewujudkan galeri atau museum Tahu Sumedang sebagai tempat khusus yang dapat mendatangkan kunjungan baik lokal, regional, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sekretaris Pertasum M Amin Muhyidin mengapresiasi dan merasa bangga kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang akan memfasilitasi berdirinya galeri Tahu Sumedang sebagai salah satu strategi pemasaran dalam menarik pembeli atau pengunjung.

“Terima kasih atas fasilitasinya. Adanya 400 pabrik tahu menjadi kelebihan bagi kita untuk dapat memaksimalkan rencana pembuatan museum atau galeri Tahu ini,” ujarnya.

Amin menyebutkan, ada beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan para pengusaha Tahu Sumedang yang akan dilaksanakan di tahun 2019.

“Adapun rencana kegiatan ke depan yaitu menggelar program Tahu Sumedang Goes to Campuss, pertama di Kampus Unpad pada pertengahan November 2019, kemudian tanggal 23-24 November 2019 dengan senat UPI, lalu di Unsap akhir tahun 2019 dan dengan SMAN 3 di awal tahun 2020,” ujarnya.

Rencananya lainnya, lanjut Amin, para pengusaha Tahu Sumedang yang tergabung Pertasum juga akan menggelar banyak kegiatan di tahun 2020.

“Nanti akan ada kegiatan Tahu Hygienis, Tahu Education, Penanganan Limbah Tahu, Pendataan, penguatan revitalisasi kelembagaan, swasembada kedelai lokal dan Festival Satu Abad Tahu Sumedang,” ungkapnya.

Sementara itu, Wabup H Erwan Setiawan mengharapkan agar rencana pembuatan galeri tersebut segera terwujud dan tidak didahului oleh daerah lain.

“Dari dulu Sumedang sudah dikenal sebagai Kota Tahu tapi sampai saat ini belum ada galeri atau museumnya. Jangan sampai daerah lain mendahului membuat museum Tahu,” kata Wabup.

Terkenal dan gurihnya Tahu Sumedang sampai membuat Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan Tahu Sumedang sebagai menu wajib sarapan paginya. Lebih dari itu, diharapkan keterkenalan tersebut dapat pula jturut mendongkrak sektor pariwisata.

“Tentunya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sumedang karena Tahu sudah sangat disukai oleh seorang SBY. Ke depan saya berharap Tahu Sumedang bukan hanya menjadi ikon atau branding saja, tapi kita harus mampu mendorong meningkatkatnya sektor pariwisata, terutama di wisata kulinernya,” ungkapnya.

Bupati H Dony Ahmad Munir mengajak para pengusaha Tahu Sumedang untuk dapat berpartisipasi dalam promosi Tahu Sumedang di setiap exit Tol Cisumdawu yang akan beroperasi tahun depan.

“Agar rumah makan dan restoran Tahu Sumedang bisa tetap bertahan setelah adanya Tol Cisumdawu, maka kita usahakan agar para pengguna Jalan Tol tetap bisa membeli Tahu Sumedang di enam exit Tol yang ada,” ujarnya.

Untuk menjamin kualitas Tahu Sumedang agar bisa tahan lama Pemerintah Daerah mengajak Kawasan Sains Teknologi Unpad untuk mengkaji produk olahan Tahu.

“Riset tersebut dimaksudkan untuk meneliti kehigienisan, kemasan, ketahanan Tahu Sumedang, termasuk penanaman kedelainya sehingga diharapkan agar Tahu Sumedang layak untuk menjadi kuliner unggulan Sumedang di mata wisatawan,” ucapnya.

Bupati juga menyebutkan pada bulan Desember 2019, para pengusaha Tahu Sumedang akan mengikuti Festival Tahu Sumedang di acara Car Free Day (CFD) di Jakarta.

“Festival tersebut sangat tepat sebagai bentuk pemasaran Tahu Sumedang, apalagi tempatnya di ibu kota negara,” kata Bupati.

Pewarta : Y Rusmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here