Catatan Perjalanan Mengunjungi Pulau Impian Karimunjawa

0
7

Penulis : SS Munawir

Anda akan  takjub  saat menyadari betapa indahnya Nusantara. Jajaran pulau-pulau besar kecil yang terhampar di Kabupaten Jepara ini begitu memikat hati.

Keindahan Kepulauan Karimun beserta pulau-pulau besar dan kecil yang mengitarinya akan membuat anda terpana, takjub akan ciptaan Tuhan Yang Maha Perkasa.

Saya menikmatinya beberapa waktu lalu bersama istri tercinta. Menginap 2 hari satu  malam menghabiskan waktu berdua, menyusuri tiap jengkal tanah di pulau Karimun.

Kami berangkat setelah Maghrib dari Semarang dengan menaiki sepeda motor. Hujan deras selama perjalanan malam. Beberapa kali tersesat setelah sampai di Kota Kudus, karena tertarik dengan jalan alternatif menuju Jepara yang menurut informasi warga setempat bisa ditempuh dengan waktu lebih cepat. Walhasil kami salah mengambil jalan, sehingga jalur yang kami tempuh justru mengarah ke arah Semarang lagi.

Kami berhenti sejenak di warung kaki lima kota Kudus, sambil bertanya kepada penjual kemanakah arah ke kota Jepara. Dan akhirnya tengah malam, dengan sisa tenaga dan pakaian yang basah kuyup sampai juga di Jepara. Kami mencari posisi yang dekat dengan pelabuhan Jepara, dengan maksud agar segera mendapatkan informasi mengenai keberangkatan kapal menuju Karimun.

Sebuah hotel dengan tarif Rp.180.000,-/ malam menjadi tempat menginap kami malam ini. Hotel yang terlihat megah dengan sprei dan handuk yang terlihat sudah lusuh terpaksa kami pakai karena inilah satu-satunya hotel yang masih tersedia kamar. Maklum saat itu weekend, sehingga kamar hotel banyak dipesan jauh hari lewat aplikasi berbasis daring.

Saat kami menginap, ratusan nyamuk mengganggu tidur kami, rasanya baru kali ini menginap di hotel yang nyamuknya sangat luar biasa.

Pagi hari, setelah menikmati sarapan yang disediakan fihak hotel, kami segera menuju pelabuhan, bermaksud menemui seseorang yang pada malam hari kami temukan di internet yang menawarkan paket liburan ke Karimun.

Kami diarahkan ke seseorang di seberang, yang nantinya akan mengurus segala keperluan kami selama di Karimun.

Kapal penyeberangan sudah bersandar. Setelah antri membeli tiket dengan melampirkan KTP asli, kami pun ikut mengantri keberangkatan sambil menunggu penumpang turun.

Di dalam kapal kami berjumpa dengan rombongan dari berbagai negara. Jepang, Malaysia, Korea, Kanada, Inggris, bahkan beberapa pasang turis kulit hitam tampak asyik menikmati perjalanan.

Gemuruh mesin kapal pertanda perjalanan 2 jam mengarungi laut dimulai. Saat itu hujan lebat, kapal oleng ke kiri ke kanan dan terkadang jumping seperti menabrak kayu besar. Istri saya mabok laut, muntah beberapa kali dan terkulai lemas selama perjalanan. Hingga akhirnya kapal berhasil mendarat dengan selamat dan para penumpang turun.

Seseorang menelpon saya, di mana posisinya. Ternyata dia adalah guide sekaligus pemilik homestay tempat kami akan menginap nantinya.

Mobil Luxio yang tampilannya cukup bersih menjadi tumpangan pertama kami dari pelabuhan ke homestay. Jarak dari pelabuhan ke homestay ternyata tak terlalu jauh, hanya beberapa menit kami sudah sampai dan menempati kamar yang cukup nyaman. TV, AC, kamar mandi dalam dan teh manis beserta makanan kecil sudah dipersiapkan untuk kami.

Kami sampai di Karimun sudah pukul 14.00 padahal tour laut dimulai jam 15.00 sementara istri saya belum pulih dari mabok laut, padahal perjalanan sesuai jadwal tak dapat ditunda. Akhirnya dengan sedikit memaksakan diri, istri saya ikut berangkat tour laut.

Spot Nemo

Lokasi ini hanya beberapa mil dari pelabuhan . Perjalanan memakan waktu tak sampai 20 menit. Suasana agak gerimis dan perahu kami berguncang keras terhempas ombak. Lagi-lagi istri saya mabok laut. Badannya sedikit menggigil, keringat dingin menetes di wajahnya yang terlihat sedikit pucat. Sampai di lokasi, nahkoda melempar jangkar . Perahu terhenti dan guide memberikan aba-aba kepada para peserta tour untuk memakai perlengkapan. Pelampung dan kacamata harus dipakai saat menceburkan diri ke laut, serta kaki katak untuk berenang. Para peserta yang lain sudah nyebur  ke laut. Dan saya masih menunggu apakah istri masih bisa bertahan. Akhirnya masuklah ia ke laut bergabung dengan teman-teman yang lain menikmati keindahan ikan Nemo yang sedang bercengkerama di atas tumbuhan karang.

Juru foto mengabadikan momen kebersamaan kami baik saat di kapal maupun di dalam air.

 

 

Pulau Menjangan Kecil

Setelah puas di spot nemo, rombongan bergerak lagi menuju Pulau Menjangan kecil. Sebuah pulau dengan pasir putih yang terhampar luas. Masuk ke lokasi ini pengunjung dikenai tiket sebesar rp.20.000/orang.

Di pulau ini selain menikmati pantai dengan hamparan pasir putihnya, pengunjung juga bisa melihat langsung penangkaran ikan hiu.

Bahkan pengunjung bisa masuk ke dalam area yang terdapat hiu di dalamnya. Saya pun mencoba masuk, mengabadikan momen dan bercanda dengan para hiu.

Di dalam pulau terdapat beberapa bangunan yang bisa disewa oleh para pengunjung untuk menginap  melalui paket yang sudah disepakati. Di sekitar bangunan yang merupakan penginapan ini juga terdapat warung yang menjual makanan dan minuman.

Beberapa saat kami di pulau Menjangan kecil, waktu sudah hampir Maghrib sehingga guide mengisyarakatkan agar rombongan segera berkumpul untuk kembali ke homestay masing-masing dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

 

Pasar Lapangan Karimun

Salah satu hal yang menarik saat mengunjungi Karimun adalah pasar kuliner lapangan Karimun. Pasar ini buka setiap malam. Apalagi saat liburan dan tamu yang datang banyak. Dipastikan pasar kuliner ini akan selalu buka. Makanan, minuman, pakaian, souvenir, oleh-oleh khas Karimun, tersedia di sini. Bagi anda penyuka seafood di pasar ini juga disediakan dengan bahan ikan segar yang harganya sesuai pilihan anda.  Sayang sekali saya tidak bisa menikmati makanan di pasar Lapangan karena saya pergi sendirian, dan di homestay istri saya masih tergolek lemah tak berdaya.

Akhirnya saya pulang ke penginapan untuk beristirahat.

 

Bukit Love

Bila anda datang ke Karimun, jangan lupa untuk mengunjungi bukit love. Tiket rp.10.000/orang,dan anda akan menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Bukit Love merupakan tempat milik pribadi, berdiri 100mdpl di dekat pantai. Saat anda naik ke atas, pemandangan pulau besar dan perahu nelayan terlihat sangat jelas dari atas.

Tugu bertuliskan Karimunjawa adalah spot yang menjadi favorit para pengunjung. Selain itu juga ada tugu bertuliskan Love yang selalu penuh saat hari makin siang. Saya menunggu hampir setengah jam untuk mengambil gambar, tapi rombongan yang telah datang duluan tak juga berhenti. Akhirnya saya nekad menerobos masuk dalam kerumunan, dan jadilah foto yang tidak terlalu pribadi karena disampingnya berdiri banyak orang.

Di bawah tebing bukit love terdapat gerai yang menjual aneka souvernir dan kaos bertuliskan Karimunjawa. Gerai ini ternyata milik pengelola Bukit Love juga.

Dari bukit Love, kami balik dulu ke homestay untuk menikmati sarapan pagi,dan melanjutkan jalan-jalan ke pelabuhan Karimun

 

Pelabuhan Kapal Wisata Karimun

Ternyata pelabuhan di Karimun ada dua. Satu untuk sandar kapal penyeberangan dari pantai Jepara atau Semarang. Satunya lagi untuk bersandar perahu-perahu pengantar touris. Saya datang berdua dengan istri. Sayang sekali kondisi gerimis dan angin kencang membuat situasi kurang nyaman.

Saya juga bertemu dengan kapal-kapal penangkap ikan dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti dari Tegal, Semarang, Jakarta, maupun dari wilayah lain.

Di sini kami hanya mengabadikan gambar sebagai kenang-kenangan.

Sebenarnya kami ingin juga melihat pelabuhan tempat bersandar kapal penyeberangan, tapi sayang kapal yang akan mengangkut kami ke Jepara sudah datang, jadi terpaksa niat kami urungkan.

Karimun sebenarnya memiliki 16 titik pulau tujuan wisata. Anda bisa menikmatinya secara keseluruhan dengan membeli paket yang banyak ditawarkan di internet. Anda bisa memilih waktu yang disediakan pengelola wisata. Mulai dari 2 hari 1malam, 3 hari 2 malam, atau bahkan 7 hari 6 malam agar anda puas menikmati keindahan pulau Karimunjawa secara keseluruhan.

Selamat menikmati liburan Anda di Karimunjawa.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here